Kalau ada yang pernah membaca postingan-postingan blog saya, pastinya mengetahui bahwa terdapat perbedaan dalam gaya penulisan saya. Terkadang saya menggunakan kata “aku” untuk menyatakan diri tetapi lebih sering kata “saya” yang dipergunakan. Selain itu sepertinya makin ke sini, saya jadi lebih bebas menulis, tidak lagi kaku.
Memang, cara penulisan maupun gaya bahasa yang saya gunakan untuk posting di blog ini berubah-ubah sesuai dengan hati dan keinginan saya sendiri.
Pada masa awal posting di alamat blog ini misalnya, saya sebisa mungkin menggunakan bahasa Indonesia yang resmi atau baku (begitu istilahnya dalam Ejaan Yang Disempurnakan atau EYD, menurut saya lho..)
Pada awalnya, ini saya lakukan untuk melatih saya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD seperti yang telah saya pelajari selama ini di sekolah.
Saat sekolah dulu, saya suka belajar bahasa Indonesia sehingga nilai saya bagus untuk mata pelajaran ini. Saya juga salut kepada Bu Meity, guru Bahasa Indonesia saya di SMPN 2 Bekasi. Cara beliau menjelaskan pelajaran membuat saya makin tertarik untuk mempelajarinya.
Selain itu, alasan lainnya adalah karena saya menganggap blog adalah tempat untuk berbagi cerita dan saya ingin orang yang membacanya bisa mendapatkan manfaat (setidaknya jadi lebih ingat untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar) dan juga terkesan dengan gaya bahasa saya (yang baku dan sesuai EYD itu).
Tapi ternyata, lama kelamaan saya malah merasa tidak nyaman. Tidak bebas gitu lho…
Daripada terpaku terus menerus memperhatikan kaidah bahasa yang dipergunakan dan malah membuat saya menjadi tidak produktif menulis, lebih baik saya santai saja. Nggak ada aturan kok, menulis blog harus dengan bahasa resmi atau bahasa baku sesuai EYD.
Lagipula lebih enak dan bebas rasanya menulis atau bercerita dengan menggunakan bahasa yang dipergunakan sehari-hari. Mau campur aduk dengan bahasa Inggris seperti Cinta Laura, bahasa Sunda seperti Ida Kusuma atau bahasa gaul seperti ABG zaman sekarang, nggak masalah. Yang penting isi hati bisa tercurahkan.
Satu lagi, saya juga nggak yakin ada yang baca blog saya ini. Saya nggak pernah menerima comment dari orang lain sih… Saya juga nggak pernah ngasih comment atau saling share blog ke orang lain.
Jadi, blog saya ini sebenarnya adalah diary tentang isi hati saya. Dulu, zaman SD dan SMP, saya rajin menulis diary tetapi semenjak saya tahu kalau diary saya sering dibaca juga oleh kedua adik saya, saya jadi malas menulis. Abisnya sering diledekin sih…rahasia saya jadi terbongkar semua khususnya tentang cowok gebetan saya. Sebel banget kan….
Makanya di blog ini saya nggak menyebut identitas lengkap saya. Saya juga nggak pernah memberitahukan adik-adik saya tentang alamat blog saya ini. “Rahasia” begitu jawab saya kalau mereka tanya tentang blog saya. Mereka juga punya blog tetapi di Friendster. Saya justru nggak pengen nulis blog di friendster, karena nanti orang-orang yang saya kenal akan mengetahui lebih dalam tentang isi hati saya sesungguhnya.
Itu yang saya nggak mau…
Blog ini berisikan kisah hidup keluarga aku maupun semua catatan yang ingin aku ungkapkan mengenai kehidupan di dunia...
Selasa, 12 Agustus 2008
Lanjutan ….
Oh ya, aku kan selama ini sebelum memposting blog, terlebih dahulu menulis di kertas ataupun di program Ms Word. Baru kemudian di posting setelah ada waktu ke warnet atau connect sendiri di rumah dengan telkomnet instan. (Nggak up to date banget beritanya ya?? Nggak apa-apa lah). Walaupun koneksinya lambat tapi buat ngecek email atau cuma posting blog sih masih mendingan lah.
Pengen juga pasang Telkom Speedy atau Fast Net, yang murah-murah aja. Secara, belum punya gaji tetap. Nggak peduli koneksinya bagus atau nggak, yang penting lebih cepat dari Telkomnet Instan dan bisa ngenet sepuasnya walaupun terbatas juga ( sebulan dijatah 1 MB atau 50 jam buat download sepuasnya untuk Telkom Speedy)
Abis tagihan telkom bulan Agustus ini membengkak gara-gara sering internetan. Ughh sebel…jadinya ngenet di rumah sekarang kudu dikurangi pemakaiannya, ke warnet lama-lama juga boros, pake HP nggak enak banget, tulisannya kecil-kecil. Ya sudah deh…
Pengen juga pasang Telkom Speedy atau Fast Net, yang murah-murah aja. Secara, belum punya gaji tetap. Nggak peduli koneksinya bagus atau nggak, yang penting lebih cepat dari Telkomnet Instan dan bisa ngenet sepuasnya walaupun terbatas juga ( sebulan dijatah 1 MB atau 50 jam buat download sepuasnya untuk Telkom Speedy)
Abis tagihan telkom bulan Agustus ini membengkak gara-gara sering internetan. Ughh sebel…jadinya ngenet di rumah sekarang kudu dikurangi pemakaiannya, ke warnet lama-lama juga boros, pake HP nggak enak banget, tulisannya kecil-kecil. Ya sudah deh…
Panggilan kerja for the first time
Sudah lama nggak posting nih, bingung mau nulis apa. Nggak seperti bulan-bulan kemarin, sekarang bawaannya malas melulu, padahal sering ke warnet juga buat ngecek email, baca-baca blog orang, sekalian lihat-lihat lowongan kerja (seperti biasa lah..)
Saat saya menulis ini, saya sedang menunggu Atta (my sister) yang baru saja menerima panggilan kerja for the first time. Maklum, baru lulus kuliah dari luar kota dan nggak kenal jalan-jalan di Jakarta, makanya minta ditemenin. Mentang-mentang masih fresh graduate, semangat mencari kerja masih tinggi. Melamar pekerjaan ke beberapa perusahaan sekaligus nggak terlalu memperhatikan requirement yang diminta (disebutkan di lowongan kerja bahwa requirement untuk yang sudah berpengalaman satu sampai dua tahun, tetep saja niat ngirim lamaran). Pede bener.. Untungnya sekarang banyak situs di internet yang mengabdikan diri atau khusus menampilkan lowongan kerja, sebut saja www.jobstreet.com, www.jobsdb.com, www.karir.com, dan lain-lain. Biaya pengiriman pos pun bisa dihemat. Walaupun teteup… kita harus hati-hati juga, karena nggak semua perusahaan benar-benar membutuhkan tenaga kerja, banyak juga yang menipu. (Lihat posting saya terdahulu deh).
Nggak tahu keberuntungan atau apa, padaha Atta baru ngirim email lamarannya ke AIG Life, ehhhh langsung ditelepon. Tapi karena kita berdua nggak “ngeh” dan mungkin juga karena lagi asyik cuci mata di mall sepulang dari warnet jadinya tidak menyadari kalau ada telepon masuk. Ternyata, orang dari AIG Life sudah menelpon ke rumah, karena HP Atta sudah di telepon berkali-kali nggak ada respon. Parahnya, orang rumah memberikan nomer telepon saya.. Jadilah HP saya berdering-dering di tengah keramaian mall. Akhirnya Atta disuruh datang ke Wisma 76 Slipi untuk psikotest keesokkan harinya.
Busyet….
Sebagai orang yang baru lulus dan belum berpengalaman dipanggil test maupun interview kerja, tentu saja Atta bingung. Mulai deh, sebagai seorang kakak yang baik, saya memberikan panduan bagaimana kira-kira psikotest itu. Buku-buku mengenai psikotest aku keluarkan juga buku-buku lainnya yang berkenaan. Secara, aku kan masternya (ceile…), sudah sering banget dapat panggilan kerja untuk ikut tes atau interview. Tapi hasil akhirnya yang selalu buntu, aku terus menerus mengalami kegagalan. Semoga saja Atta bisa lolos tes dan mendapatkan pekerjaan pertamanya. Amiennnnnnnnn….
Saat saya menulis ini, saya sedang menunggu Atta (my sister) yang baru saja menerima panggilan kerja for the first time. Maklum, baru lulus kuliah dari luar kota dan nggak kenal jalan-jalan di Jakarta, makanya minta ditemenin. Mentang-mentang masih fresh graduate, semangat mencari kerja masih tinggi. Melamar pekerjaan ke beberapa perusahaan sekaligus nggak terlalu memperhatikan requirement yang diminta (disebutkan di lowongan kerja bahwa requirement untuk yang sudah berpengalaman satu sampai dua tahun, tetep saja niat ngirim lamaran). Pede bener.. Untungnya sekarang banyak situs di internet yang mengabdikan diri atau khusus menampilkan lowongan kerja, sebut saja www.jobstreet.com, www.jobsdb.com, www.karir.com, dan lain-lain. Biaya pengiriman pos pun bisa dihemat. Walaupun teteup… kita harus hati-hati juga, karena nggak semua perusahaan benar-benar membutuhkan tenaga kerja, banyak juga yang menipu. (Lihat posting saya terdahulu deh).
Nggak tahu keberuntungan atau apa, padaha Atta baru ngirim email lamarannya ke AIG Life, ehhhh langsung ditelepon. Tapi karena kita berdua nggak “ngeh” dan mungkin juga karena lagi asyik cuci mata di mall sepulang dari warnet jadinya tidak menyadari kalau ada telepon masuk. Ternyata, orang dari AIG Life sudah menelpon ke rumah, karena HP Atta sudah di telepon berkali-kali nggak ada respon. Parahnya, orang rumah memberikan nomer telepon saya.. Jadilah HP saya berdering-dering di tengah keramaian mall. Akhirnya Atta disuruh datang ke Wisma 76 Slipi untuk psikotest keesokkan harinya.
Busyet….
Sebagai orang yang baru lulus dan belum berpengalaman dipanggil test maupun interview kerja, tentu saja Atta bingung. Mulai deh, sebagai seorang kakak yang baik, saya memberikan panduan bagaimana kira-kira psikotest itu. Buku-buku mengenai psikotest aku keluarkan juga buku-buku lainnya yang berkenaan. Secara, aku kan masternya (ceile…), sudah sering banget dapat panggilan kerja untuk ikut tes atau interview. Tapi hasil akhirnya yang selalu buntu, aku terus menerus mengalami kegagalan. Semoga saja Atta bisa lolos tes dan mendapatkan pekerjaan pertamanya. Amiennnnnnnnn….
Langganan:
Komentar (Atom)