Kamis, 17 Juli 2008

BEKAM … Do You Like It ??

Hehehe…bekam yang ini bukanlah si pemain bola ngetop itu, yang nikah sama Victoria “Posh Spice” dari Spice Girls.

Bekam yang ini adalah salah satu jenis pengobatan alternatif.

Bekam atau hijamah (bahasa lainnya adalah canduk, canthuk, kop, cupping) adalah membersihkan tubuh dari darah yang mengandung toksin dengan penyayatan tipis pada permukaan kulit (disebut juga sebagai cara mengeluarkan darah kotor).

Cara pengobatannya adalah dengan penghisapan darah dengan alat yang menyerupai tabung (biasanya disebut alat kop)dan dikeluarkan melalui permukaan kulit dengan cara diberi sayatan kecil. Hasilnya nanti akan ditampung di tabung tersebut.Sayatan yang diberikan sangat tipis, hanya di lapisan epidermis kulit saja, sehingga tidak sakit.

Pengobatan bekam ini bermanfaat karena merangsang titik-titik syaraf tubuh seperti pengobatan akupuntur, tetapi dalam akupuntur hanya bersifat peransangan sementara terapi bekam selain diransang titik syarafnya juga terjadi pergerakan aliran darah.

Mengapa saya cerita tentang TERAPI BEKAM??

Beberapa hari yang lalu saya mencoba terapi ini, kebetulan ketika itu sedang mengantar Ibu saya yang hendak berobat karena hipertensinya sedang kambuh. Lokasi pengobatan terapi bekam ini tidak jauh dari rumah saya, masih di daerah Bekasi juga. Pada awalnya saya sudah ingatkan kalau saya nggak mau mencoba pengobatan ini, kalau sekedar pijat refleksi masih okelah..

Tapi, setelah pijat refleksi di telapak kaki yang sakitnya ampun-ampunan (karena ternyata banyak juga penyakit dalam tubuh saya ini), saya akhirnya mencoba juga terapi bekam. Selain itu juga pake acara disetrum segala dibeberapa titik seperti akupuntur, tapi bukan ditusuk melainkan disetrum di beberapa titik di tubuh.

Pada awalnya saya hanya ingin mengobati penyakit asma yang ternyata belum kronis, jerawat dan juga ingin melangsingkan tubuh. Heheheeeheee….

Namun saat direfleksi di telapak kaki, ketahuanlah bahwa lambung kiri saya bermasalah, sering terjadi gangguan di perut, suka pegal-pegal dan sebagainya.

Saat di pijat refleksi baik dengan tangan kosong ataupun dengan bantuan alat, jika saya merasa kesakitan, itu tandanya ada masalah dengan bagian tubuh tertentu. Misalnya saya kesakitan banget saat di titik tertentu sang terapis memberi pijatan dengan alat dengan cara ditusuk.Namun di beberapa titik saya tidak merasa sakit, misalnya di titik untuk penyakit asma, saya tidak terlalu merasa sakit, yang artinya asma saya masih belum parah.

Hasil yang saya rasakan setelah serangkaian pengobatan tersebut memang memuaskan. Saya tidak lagi merasakan pegal-pegal saat bangun tidur.Yang kata adik saya, karena kelebihan berat badan, sehingga sering pegal-pegal di kaki (Mungkin ada benarnya juga sihhh, kan kasihan juga kaki ini semakin berat menopang tubuh)

Mungkin juga karena aliran darahnya sudah mulai dilancarkan lagi, yang dulunya mulai tersumbat sudah terkikis sedikit demi sedikit.Kuncinya sih jaga makanan saja, hindari yang kolesterol tinggi, tapi justru itu yang sulit bukan ???

Satu lagi dampak dari terapi bekam adalah adanya bekas/ tanda berbentuk bundaran-bundaran merah kehitaman akibat “dikop”. Jika warnanya semakin hitam, tandanya banyak anginnya..

Ini pula yang membuat saya gagal mengenakan kebaya brokat transparan warna kuning gading, saat ada undangan resepsi pernikahan di hotel Mulia tanggal 12 Juli kemarin.Padahal sudah disiapkan dari jauh hari (sudah dicuci). Pas dicoba, saya senang, karena untungnya masih muat, tapi pas muter-muter di depan kaca, tampaklah bunderan-bunderan merah kehitaman bekas terapi bekam…Hiks hiks hiks ….

Akhirnya pakai kebaya merah bekas punya IBU yang sudah dikecilkan.

Tidak ada komentar: