Sabtu, 23 Februari 2008

My Mom’s Story of Life

Ibuku, asli Jawa Barat. Ibuku anak pertama di keluarganya. Ibuku punya 7 adik kandung dan 3 adik tiri. Hidup ibuku ini tak kalah beratnya. Tinggal di Bandung sampai lulus SMEA kemudian ibuku merantau ke ibukota untuk mencari pekerjaan. Ibuku tinggal dengan keluarga Mbah-nya. Kebetulan di rumah Mbah-nya ini tidak ada anak perempuan, jadilah ibuku anak perempuan satu-satunya diantara 4 anak laki-laki Mbah.

Belum lama di ibukota, ibuku harus menerima kenyataan bahwa ibunya sakit dan akhirnya meninggal dunia. Sebagai anak tertua yang sudah mulai dewasa, ibuku kembali ke Jakarta dan tetap tinggal di rumah Mbah sambil mencari pekerjaan demi membantu kehidupan keluarganya. Apalagi usaha Aki-ku saat itu mengalami kebangkrutan.

Sakitnya Nini-ku sehingga harus dirawat di RS Boromeus Bandung menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Namun yang lebih membuat keadaan ekonomi keluarga menjadi semakin terpuruk adalah karena pemerintah mengeluarkan kebijakan penurunan mata uang rupiah (uang Rp 1.000,00 menjadi Rp 1,00). Akibatnya Aki mulai mengurangi produksinya dan terpaksa menjual mesin-mesin di pabriknya yang pada akhirnya membuatnya menutup pabrik sepatu itu untuk selama-lamanya.

Sedih mendengarnya, karena seperti yang pernah diceritakan ibuku bahwa pabrik sepatu itu walaupun usaha rumahan kecil-kecilan tapi sudah memiliki pelanggan (istilahnya : pasarannya lumayan baik ). Jadi sekarang, kalau lagi jalan-jalan ada sepatu / sandal yang lucu-lucu, ibuku sering berkata,” Kayak sepatu Aki dulu”.
Aku jadi membayangkan bagaimana kalau usaha sepatu Aki itu masih bertahan sampai sekarang, wah….pastinya aku bisa punya banyak sepatu yang lucu-lucu dan turut senang pastinya karena memiliki outlet di Bandung yang tentunya akan ramai setiap akhir pekan.


Hahaha…hahaha…. impianku memang ingin membuka usaha. Usaha apa saja, tapi tentunya yang membuatku senang menjalaninya. Contohnya saja punya usaha di bidang boga (makanan) atau punya toko buku. Doakan ya, semoga bisa terwujud di kemudian hari.

Ehmm, kembali ke cerita kehidupan keluarga ibuku. Sepeninggal Nini dan penutupan usahanya, Aki lalu menikah lagi dan memiliki 3 orang anak lagi. Aki pun pindah dari Bandung mengikuti istri barunya.
Tinggallah adik-adik ibuku sendirian di Bandung. Namun mereka tidak sendiri karena banyak saudara yang tinggal dekat rumah juga. Jadi, mau tidak mau ibuku dan saudaranya yang telah besar pun pada akhirnya membantu perekonomian keluarga.

Selanjutnya kehidupan mereka mendadak berubah, ketiadaan orang tua dan biaya yang memadai membuat saudara –saudara ibuku harus puas hanya berpendidikan SMA. Kedua tanteku menikah muda, omku ada yang tidak meneruskan sekolah dan pergi merantau mencari pekerjaan. Omku yang satu lagi mengikuti saran ibuku yang sambil bekerja juga melanjutkan pendidikan lagi sehingga dapat menamatkan S1 nya dan saat ini kehidupannya menjadi lebih baik. Ibuku sendiri tetap tinggal di rumah Mbah dan mulai bekerja di kantor pemerintah sampai kemudian bertemu ayahku di sana.


Ya begitulah sekelumit kisah hidup ibuku yang membuatnya menjadi pribadi yang mandiri. Berjuang membantu keluarga

Tidak ada komentar: