Rabu, 26 November 2008

Kembali ke kampus

Hari ini saya kembali ke kampus. Sebenarnya, Jumat minggu lalu saya juga mengunjungi universitas tempat saya menuntut ilmu untuk mengurus legalisir ijazah dan pembuatan transkrip nilai. Alhandulillah, hari ini urusan tersebut dapat terselesaikan. Oleh karena diburu waktu, saya tidak dapat berlama-lama menikmati masa nostalgia di kampus tercinta. Pendaftaran CPNS Pemerintahan Kota Bekasi berakhir hari ini, maka saya harus segera ke kantor pos Bekasi untuk mengirim berkas lamaran yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Kembali ke kampus menimbulkan sedikit rasa senang, rindu, takut dan juga malu.

Yah…senang dan rindu karena sudah lama sekali saya tidak mengunjungi kampus yang sebenarnya mudah dijangkau dan sering terlewati setiap kali pergi ke Jakarta. Rindu dengan masa-masa saat menjadi mahasiswi, suka dan dukanya langsung terlintas begitu melewati tempat-tempat dimana beberapa tahun lalu terdapat jejak kisah yang masih teringat dalam memori.

Perasaan takut menghinggapi diri ini karena takut bertemu dengan dosen-dosen dan teman-teman sejurusan. Mungkin teman-teman saya seangkatan sudah lulus kuliah semua tetapi adik-adik kelas sejurusan masih ada yang mengenal saya. Sebenarnya bukan takut, cuma malu saja kalau tiba-tiba ditanya, “ Kerja dimana sekarang Mbak? ”

Waduh…pertanyaan itu adalah pertanyaan keramat bagi kami, para pengangguran seperti saya.

Malu dan bingung mesti jawab apa kan ? Mau jujur tapi malu, tapi kalau bohong juga nggak mau karena nantinya pasti ketahuan juga.

Untung tadi saya tidak menemui orang-orang yang mengenal saya, hanya pada Jumat lalu seorang staf TU yang mengurus legalisir ijazah yang merasa pernah dan sering melihat saya dulu katanya.. hehehehe…(Bu Shinta, ternyata masih inget saya ya…memang dulu saya aktif di kegiatan kampus dimana saya sering ke lantai 4, tempat ruang Kajur dan TU berada)
Saya sih jujur saja bilang mau ikut CPNS jadi butuh legalisir ijazah. Terus pas ditanya sudah kerja dimana, saya jawab saja kalau sekarang masih belum kerja lagi karena putus kontrak, tapi sebelumnya sudah pernah kerja di beberapa tempat.

Tadi suasana kampus masih seperti dulu, dimana saat ini adalah masa pengurusan KRS untuk semester pendek. Jadi aula B di gedung ekonomi masih penuh dengan mahasiswa yang akan mengurus KRS. Jadi inget deh bagaimana dulu kami harus memilih mata kuliah yang akan diambil , mencari dosen yang baik dan bukan termasuk dosen killer, menunggu antrian untuk mendaftar dan lain sebagainya.

Yah…suasana kampus memang tidak berubah sedikitpun, canda tawa para mahasiswanya masih terdengar riuh memenuhi area kampus. Beberapa bangunan baru menambah marak suasana dan membuat saya kagum. Kampus memang tempat terbaik untuk belajar tentang kehidupan. Bagaimanapun selama di kampus, kita harus bersosialisasi dengan semua “awak” yang berada disana, lengkap dengan segala permasalahan yang ada. Inilah realita kehidupan, dimana yang menang adalah yang mampu bertahan dan beradaptasi terhadap segala sesuatu. Seseorang tidak bisa dinilai hanya berdasarkan tingkat kemampuan akademiknya tetapi juga kemampuan lain yang mendukung dan bisa membawanya menuju kesuksesan. Inilah hikmah yang dapat saya ambil berdasarkan contoh pengalaman hidup dari beberapa teman maupun orang lain.

Hmmm…Lain kali saya pasti akan kembali ke kampus sambil berjalan tegak dan tersenyum pada semua orang.

Yah!! Saya harus BISA!!! Menggapai semua mimpi, Menuju kesuksesan hidup!!! HOREEEEEE …….

Rabu, 12 November 2008

Kumpul Keluarga…(again)

Sesuai tradisi yang berlaku di keluarga kami bahwa hari raya lebaran adalah saatnya keluarga besar berkumpul, saling bersilaturahmi dan bermaaf-maafkan. Maka pada waktu lebaran bulan Oktober lalu, keluarga besar kami pun berkumpul. Setelah melalui proses rembuk yang cukup alot, akhirnya diputuskan bahwa kumpul lebaran kali ini akan diadakan di Puncak pada H+2.

Ya…kami akan menyewa tempat di daerah Mega Mendung.

Hampir seluruh keluarga besar datang berkumpul, hanya ada dua keluarga (keduanya adalah adiknya ayah) yang tidak bisa hadir karena berada nun jauh di luar pulau Jawa (Bengkulu dan Italia). Selebihnya, delapan anak Eyang Putri beserta keluarga tentunya (anak, cucu bahkan cicit) turut hadir menyemarakkan kumpul keluarga besar.

Namun ada pula tambahan anggota keluarga baru, saya punya keponakan cewek baru, bayi mungil yang berusia tiga bulan. Bayi cantik namun malang ini (akan saya ceritakan kisahnya nanti), kala itu menjadi primadona karena anggota keluarga lain yang belum sempat melihatnya tentu sangat penasaran melihatnya.

Melalui kumpul keluarga seperti ini mengalirlah cerita tentang perkembangan masing-masing anggota keluarga. Selain itu, masalah mengenai warisan keluarga dan keadaan Eyang Putri juga dibahas pada waktu itu (tentunya hanya ayah dan adik-adik kandungnya). Masalah warisan sendiri penting untuk dibahas mengingat usia dan kondisi Eyang Putri yang semakin bertambah tua dan menurun kesehatannya.

Namun cerita menggembirakan tentunya juga ada. Seperti biasa, ada yang baru diterima kerja, baru lulus kuliah, baru mempunyai rumah baru, baru mendapat promosi kerja, baru mau punya momongan lagi dan lain-lain. Keluargaku sendiri nggak ada kabar baru kecuali adikku Atta yang baru lulus kuliah.

Yang paling seru tentunya kabar bahwa salah seorang sepupuku yang tinggal Bali telah merampungkan syuting untuk video klip musik dari album kompilasi yang memang telah di launching beberapa bulan sebelumnya. Untuk diketahui, sepupu cowokku ini adalah anggota band yang beberapa bulan lalu memenangkan juara favorit A Mild Live Wanted 2008. Sepupu cowokku ini memegang keyboard, namanya di band pun berubah jadi Baim. Hahaha….padahal nama aslinya jauh dari itu lho. Sebutan “Baim” pada awalnya memang telah disandangnya semenjak lebaran tahun lalu, karena saat itu rambutnya yang camuri (cakar muka sendiri) dan penampilannya yang mirip dengan Baim Wong membuat kami menjulukinya “Baim Wong Bali”. Hehehehe…………

Jenis musik yang ditawarkan kayaknya mudah diterima pasar musik Indonesia, apalagi didukung penampilan mereka di atas panggung yang selalu atraktif dan komunikatif terhadap penonton. Baru denger satu lagi sih, tapi berdasarkan komentar orang-orang di Friendster-nya, band ini adalah band yang sudah ngetop di Pulau Bali.

Akhirnya….akan ada juga cucu Eyang yang menjadi orang terkenal alias artis. Doain ya semoga bandnya sukses dan terkenal seperti band-band yang saat ini menjamur di televisi.

Yah…selayaknya acara kumpul keluarga lainnya di hari lebaran, keluarga kami pun mempunyai tradisi membagi-bagikan uang bagi para cucu dan cicit yang belum menikah. Sebagian besar keluarga Indonesia melakukan hal ini juga saat lebaran, bukan ??

Minggu, 09 November 2008

Pesan dari Etta

Wahhh…sudah lama nggak “ngeblog”. Banyak yg mau aku ceritakan, karena banyak hal telah terjadi di sekelilingku. Tetapi secara bertahap saja dulu. Yang pasti mulai sekarang mudah-mudahan blog ini nggak sepi tulisan, karena di rumah sekarang sudah pasang speedy..Asyik, jadi nggak perlu nunggu ke warnet lagi buat posting tulisan. Hehehe…