Hari ini saya kembali ke kampus. Sebenarnya, Jumat minggu lalu saya juga mengunjungi universitas tempat saya menuntut ilmu untuk mengurus legalisir ijazah dan pembuatan transkrip nilai. Alhandulillah, hari ini urusan tersebut dapat terselesaikan. Oleh karena diburu waktu, saya tidak dapat berlama-lama menikmati masa nostalgia di kampus tercinta. Pendaftaran CPNS Pemerintahan Kota Bekasi berakhir hari ini, maka saya harus segera ke kantor pos Bekasi untuk mengirim berkas lamaran yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Kembali ke kampus menimbulkan sedikit rasa senang, rindu, takut dan juga malu.
Yah…senang dan rindu karena sudah lama sekali saya tidak mengunjungi kampus yang sebenarnya mudah dijangkau dan sering terlewati setiap kali pergi ke Jakarta. Rindu dengan masa-masa saat menjadi mahasiswi, suka dan dukanya langsung terlintas begitu melewati tempat-tempat dimana beberapa tahun lalu terdapat jejak kisah yang masih teringat dalam memori.
Perasaan takut menghinggapi diri ini karena takut bertemu dengan dosen-dosen dan teman-teman sejurusan. Mungkin teman-teman saya seangkatan sudah lulus kuliah semua tetapi adik-adik kelas sejurusan masih ada yang mengenal saya. Sebenarnya bukan takut, cuma malu saja kalau tiba-tiba ditanya, “ Kerja dimana sekarang Mbak? ”
Waduh…pertanyaan itu adalah pertanyaan keramat bagi kami, para pengangguran seperti saya.
Malu dan bingung mesti jawab apa kan ? Mau jujur tapi malu, tapi kalau bohong juga nggak mau karena nantinya pasti ketahuan juga.
Untung tadi saya tidak menemui orang-orang yang mengenal saya, hanya pada Jumat lalu seorang staf TU yang mengurus legalisir ijazah yang merasa pernah dan sering melihat saya dulu katanya.. hehehehe…(Bu Shinta, ternyata masih inget saya ya…memang dulu saya aktif di kegiatan kampus dimana saya sering ke lantai 4, tempat ruang Kajur dan TU berada)
Saya sih jujur saja bilang mau ikut CPNS jadi butuh legalisir ijazah. Terus pas ditanya sudah kerja dimana, saya jawab saja kalau sekarang masih belum kerja lagi karena putus kontrak, tapi sebelumnya sudah pernah kerja di beberapa tempat.
Tadi suasana kampus masih seperti dulu, dimana saat ini adalah masa pengurusan KRS untuk semester pendek. Jadi aula B di gedung ekonomi masih penuh dengan mahasiswa yang akan mengurus KRS. Jadi inget deh bagaimana dulu kami harus memilih mata kuliah yang akan diambil , mencari dosen yang baik dan bukan termasuk dosen killer, menunggu antrian untuk mendaftar dan lain sebagainya.
Yah…suasana kampus memang tidak berubah sedikitpun, canda tawa para mahasiswanya masih terdengar riuh memenuhi area kampus. Beberapa bangunan baru menambah marak suasana dan membuat saya kagum. Kampus memang tempat terbaik untuk belajar tentang kehidupan. Bagaimanapun selama di kampus, kita harus bersosialisasi dengan semua “awak” yang berada disana, lengkap dengan segala permasalahan yang ada. Inilah realita kehidupan, dimana yang menang adalah yang mampu bertahan dan beradaptasi terhadap segala sesuatu. Seseorang tidak bisa dinilai hanya berdasarkan tingkat kemampuan akademiknya tetapi juga kemampuan lain yang mendukung dan bisa membawanya menuju kesuksesan. Inilah hikmah yang dapat saya ambil berdasarkan contoh pengalaman hidup dari beberapa teman maupun orang lain.
Hmmm…Lain kali saya pasti akan kembali ke kampus sambil berjalan tegak dan tersenyum pada semua orang.
Yah!! Saya harus BISA!!! Menggapai semua mimpi, Menuju kesuksesan hidup!!! HOREEEEEE …….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar