Sedikit melanjutkan bahasan tentang mimpi sebagai bunga tidur, sebelumnya saya juga pernah bermimpi bertemu sutradara dan pemain Ayat-Ayat Cinta (AAC) yang sedang digosipkan menjalin hubungan. Tahu kan orang yang dimaksud ?? Ya, mas Hanung Bramantyo dan Saskia Adya Mecca.
Di mimpi itu, mereka sedang jalan berdua ke suatu tempat (di mall). Nggak tahu kenapa banyak orang yang mengejar mereka berdua, trus menuduh mereka sedang pacaran. Mereka, sambil berlari-lari berusaha menghindar, terus saja menolak anggapan itu. Trus yang bikin kaget, mas Hanung menatap saya sambil teriak-teriak (nggak jelas sih ngomong apa), kayaknya sih memberitahu kalau semua yang dituduhkan tidak benar.
Heheeheeheehe…beginilah orang yang kebanyakan nonton infotainment trus nggak ada kerjaan seperti saya ini. Saya 100% yakin banget kalau mimpi saya kali ini sebagai akibat pada sore harinya menonton televisi dan memang berita itu yang ditayangkan di salah satu acara infotainment. Kapok ah nonton TV melulu… nonton infotainment aja bisa kebawa mimpi apalagi nonton film horror ya???
Makanya saya nggak pernah nonton film-film horror yang beredar di bioskop, mending nonton kalau sudah ditayangkan di televisi. (Kan bisa pindah channel kalau ketakutan. Lagian serem bener nonton horror di bioskop, suaranya kan menggelegar. Belum lagi ditambah suasananya yang mendukung (gelap), bisa-bisa terus dibayangi ketakutan bahwa hantunya benar-benar ada di kanan kiri bangku penonton. Hiii….
Tapi saya salut lho dengan mas Hanung, film-filmnya memang bagus. Bukan hanya Ayat-Ayat Cinta yang dipuji disana sini, tapi juga film Jomblo dan Catatan Akhir Sekolah. Filmnya simple aja, menggambarkan keadaan dan tingkah laku mahasiswa maupun siswa SMA beserta masalahnya. Saya suka, ceritanya benar-benar dekat dengan kehidupan sehari-hari dan menghibur.
Selain itu, saya pernah baca di sebuah blog maupun di http://hanungbramantyo.multiply.com/ bahwa mas Hanung hidupnya berubah menjadi lebih baik saat ini berkat film Ayat-Ayat Cinta. Bukan secara materi, tapi lebih ke pribadinya. Mas Hanung jadi lebih mendekatkan diri lagi pada Allah SWT, Sang Illahi. Dalam tulisannya juga diceritakan tentang proses pengerjaan film AAC yang mengalami berbagai kendala. Namun berkat kesabaran dan juga keikhlasan, akhirnya film AAC dapat selesai dibuat dan mendapat banyak pujian dari masyarakat.
Mengutip tulisannya yang tercantum di alamat tersebut di atas pada judul “AYAT-AYAT PRIBADI TENTANG CINTA”
‘Cinta, dan perasaan untuk memiliki adalah dua hal yang berbeda …’ begitu kata Maria. Dialog yang sebetulnya aku tulis untuk penonton, pada kenyataannya justru dibuat untuk diriku sendiri.
Tiba-tiba ditengah situasi itu, aku teringat bagaimana dulu aku SMA dan kuliah. Bagaimana dulu ibu selalu menangis ketika melihat aku nakal: Mabuk, tidak pernah sholat, gonta ganti pacar dan melukai hati perempuan yang sebenarnya harus aku sayangi. Aku juga teringat mantan Isteriku yang aku tinggal untuk mengejar karir, memaksanya untuk mengerti aku tanpa sedikitpun aku mengerti perasaannya. Aku juga teringat anakku selalu bicara lewat telpon : ‘Bapak! pulang ke Malang dong. Bhumi kangen bapak.’ Tidak ada yang bisa aku sebut dari mulutku selain : ‘ Ampuni aku ya Alloh. Engkau maha adil … Engkau tau apa yang terbaik buat hambaMu!’
Tidak bisa aku ungkapkan air mata itu meleleh dan jatuh di lantai saat aku bersujud. Tidak ada harapan apapun kecuali hanya ampunan atas kebodohanku. Ternyata, dosa tidak berada di luar hati. Dosa sedekat cinta kita kepada kekasih kita sendiri. Karena itu penyesalan selalu datang belakangan. Seperti terbangun dari tidur panjang, aku menatap sekeliling dengan gamang. Lalu terbaca sebuah hadist: Anta turiidu wa anna uriid. Wa laa yakunu illa ma uriid. Fa in salamtu li fima turiidu. Arahtuka fiima turiidu. Fa illam tass allim li fii ma turiid. Ut ‘ibuka wa usyqiika fii ma turiid …
… Kamu punya keinginan, Aku juga punya keinginan. Dan tidak berlaku apa yang bukan keinginanKu. Maka jika kamu serahkan apa yang kau inginkan, Aku akan bahagiakan kau mencapai keinginanmu. Tapi jika TIDAK kau serahkan keinginanmu padaKu, Aku akan buat kamu lelah dalam mengejar keinginanmu, hingga yang berlaku apa keinginanKu …
Hadist yang dituliskannya itu benar-benar menyentakkan hati saya. Seperti tersadar, saya pun mengingat kembali semua dosa-dosa saya. Betapa saya tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada saya. Selama ini, segala keinginan saya belum juga dapat terealisasi. Keinginan mendapat pekerjaan yang baik, keinginan segera memperoleh pasangan hidup yang baik, keinginan untuk dapat membahagiakan kedua orang tua, dan masih banyak keinginan saya lainnya. Namun untuk mewujudkan keinginan itu, saya belum menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Sholat saya masih bolong-bolong, dan saat berdoa padaNya pun saya merasa tidak benar-benar sedang berbicara kepadaNya. Banyaknya gangguan membuat saya tidak bisa benar-benar khusuk berdoa, menangis memohon ampunanNya dan meminta dengan penuh kerendahan hati segala keinginan saya secara sungguh-sungguh.
Maafkan hambamu ini Ya Allah…
Terima kasih buat mas Hanung, tulisannya di blog tersebut banyak menginspirasi saya untuk kembali mengenal Allah SWT sebagai Sang Pencipta Alam Semesta dan agama yang saya anut, serta menyadarkan saya untuk lebih meningkatkan ibadah.
“Selamat menunaikan ibadah umroh, Mas!“
Ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya maupun film-filmnya (Ssttt….katanya akan ada film baru bertema religi dengan pemain Aming dan Titi Kamal).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar