Dalam usaha menamatkan novel Out, saya pun disela-sela liburan bela-belain bawa buku tebel itu. Padahal mobil sudah penuh barang-barang nggak penting lainnya.
Contohnya saja : aqua gelas satu dus, piring, pemanas air listrik (ternyata di penginapan juga disediakan dispenser Aqua gallon), cobek (yup, ibu saya niat banget bikin sambal) dan tentunya bahan-bahan makanan lain terutama bahan sambal dan lalapan, belum lagi ditambah tas kita masing-masing.
Waduh… menjejakkan kaki di lantai mobil sepanjang perjalanan saja menjadi suatu hal yang mewah.
Ini nih gara-gara pengen makan bareng-bareng keluarga besar dengan menu andalan masing-masing. Ibu saya saja mau repot-repot masak balado terong sama lele goreng plus rempeyek. Tante saya juga bawa makanan lainnya, rendang, botok, dll, termasuk bawa magic jar sendiri buat masak nasi..
Repot banget ya ??
Kalo mau gampang sih tinggal beli, sama saja, di Puncak juga banyak warung makan atau restoran. Cuma taste or rasanya yang patut dipertanyakan… dan lebih irit katanya (masa sih??? capeknya nggak dihitung)
“Kan enak, makan sambil ngumpul dan ngobrol ngalor ngidul… ”, katanya.
Back to the novel,
Memang dasar nggak mood, dibawa juga percuma saja, dibacanya cuma beberapa halaman saja. Sampai kapan tamatnya ???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar