Pada dasarnya, setiap keluarga pasti memiliki beberapa kesamaan baik dari segi fisik maupun sifat. Namanya juga saudara, walaupun sudah tercampur alias menikah atau kawin dengan orang lain yang berbeda suku, tapi tetap saja ada persamaan diantara anak-anak atau keturunannya. Hal itu juga terjadi pada keluarga besar saya dari pihak ayah.
Pada liburan kemarin sempat dibahas kembali oleh sepupu-sepupu saya, kesamaan bahwa keturunan perempuan dari Eyang Putri memiliki betis dan bokong yang besar. Memang benar juga sih, bokong alias pantat atau “bemper” kami, cucu-cucu perempuan Eyang Putri, memang lebih dari rata-rata. Mulai dari Eyang Putri, anak-anak perempuannya sampai cucu-cucunya, baik yang sudah menikah ataupun belum, memiliki bokong yang besar. Heran juga, kok bisa begitu ya ?? Padahal seperti adik saya Atta maupun sepupu saya Desi, badannya kurus tetapi besar di belakang alias gede bujur….ups sorry… Ibu saya yang orang Sunda sering bilang gitu…. nggak sopan ya??
Kakaknya Desi saja, dari kecil kurus banget tetapi setelah menikah dan punya dua orang anak jadi gendut juga. Alhasil bokongnya ikut membesar.
Tetapi ternyata nggak semuanya juga sih, ada juga sepupu saya yang rajin fitness jadi bokongnya tidak besar alias tepos, mungkin juga gen ibunya yang notobene anaknya Eyang Putri kalah sama gen ayahnya.
Atau karena faktor kebiasaan olahraga juga ya ??…Saya sih paling males disuruh olahraga, makanya badan melar begini. Olahraga, saya kurang suka… palingan aerobic tapi kalau nge-dance paling seneng, apalagi kalau lagunya asyik.. Bergaya jadi Britney atau Beyonce, dancenya juga nggak pake ilmu koreografer, jadi ngasal aja. Alhasil kadang-kadang badan malah jadi pegel-pegel.
Yuk lanjut…
Selain bokong besar, ada juga cucu-cucu maupun cicit yang memiliki kesamaan bentuk wajah.
Contohnya sepupu saya Dya, mirip dengan sepupu saya lainnya yaitu Mbak Wulandari, kakaknya Desi. Padahal tante saya itu (mamanya Dya) saat hamil nun jauh disana…di negerinya Paolo Maldini. Tante saya menikah dengan orang Jawa yang kerja disana, dan mungkin saat hamil teringat Mbak Wulandari yang dari kecil memang tinggal bersama Eyang Putri (secara, keluarganya memang tinggal sama Eyang). Nggak tahu juga sihhh…memang tante Rini (mamanya Mbak Wulandari) dan Tante Ida (mamanya Dya) juga mirip… ya karena saudara sekandung (anak ke 5 dan ke 8), tapi kan kalau antar cucu hubungannya sudah jauh dan sudah tercampur gen-gen ayahnya masing-masing. Tapi kok ya mirip sekali, kayak kakak adik kandung saja.
Contoh lain :
Keponakan saya (anaknya sepupu saya, Novi) yang masih 3 tahun, mukanya tuh agak-agak mirip saya waktu kecil (saya liat foto-foto kecil saya memang mirip), rambutnya yang ikal keriwil2 juga sama, cuma Angelica lebih montok n gendut.
Ada lagi, adik saya Pei mirip dengan keponakan saya juga yang berusia 2.5 tahun, rambutnya juga keriting bedanya adik saya kecilnya gendut sementara ponakan saya ini kurus, susah makannya sih…
Masih ada beberapa lagi yang memiliki kesamaan wajah. Kalau sifat, memang ada yang sama ada yang berbeda juga. Misalnya Om ini sifatnya sama dengan Ayah, tante ini sama sifatnya kayak Om ini.. Begitulah….
Memang semuanya adalah rahasia Allah SWT yang telah menciptakan seluruh umat manusia di dunia ini.
* Di foto ini, saya (berbaju biru) dan mama saya (baju ungu) sedang ‘nungging’ mengawasi keponakan saya yang sedang berenang…
Really big butt ,right??? Padahal mama saya keluarganya turunan kecil-kecil badannya, cuma sejak melahirkan saja jadi melar...
Pada liburan kemarin sempat dibahas kembali oleh sepupu-sepupu saya, kesamaan bahwa keturunan perempuan dari Eyang Putri memiliki betis dan bokong yang besar. Memang benar juga sih, bokong alias pantat atau “bemper” kami, cucu-cucu perempuan Eyang Putri, memang lebih dari rata-rata. Mulai dari Eyang Putri, anak-anak perempuannya sampai cucu-cucunya, baik yang sudah menikah ataupun belum, memiliki bokong yang besar. Heran juga, kok bisa begitu ya ?? Padahal seperti adik saya Atta maupun sepupu saya Desi, badannya kurus tetapi besar di belakang alias gede bujur….ups sorry… Ibu saya yang orang Sunda sering bilang gitu…. nggak sopan ya??
Kakaknya Desi saja, dari kecil kurus banget tetapi setelah menikah dan punya dua orang anak jadi gendut juga. Alhasil bokongnya ikut membesar.
Tetapi ternyata nggak semuanya juga sih, ada juga sepupu saya yang rajin fitness jadi bokongnya tidak besar alias tepos, mungkin juga gen ibunya yang notobene anaknya Eyang Putri kalah sama gen ayahnya.
Atau karena faktor kebiasaan olahraga juga ya ??…Saya sih paling males disuruh olahraga, makanya badan melar begini. Olahraga, saya kurang suka… palingan aerobic tapi kalau nge-dance paling seneng, apalagi kalau lagunya asyik.. Bergaya jadi Britney atau Beyonce, dancenya juga nggak pake ilmu koreografer, jadi ngasal aja. Alhasil kadang-kadang badan malah jadi pegel-pegel.
Yuk lanjut…
Selain bokong besar, ada juga cucu-cucu maupun cicit yang memiliki kesamaan bentuk wajah.
Contohnya sepupu saya Dya, mirip dengan sepupu saya lainnya yaitu Mbak Wulandari, kakaknya Desi. Padahal tante saya itu (mamanya Dya) saat hamil nun jauh disana…di negerinya Paolo Maldini. Tante saya menikah dengan orang Jawa yang kerja disana, dan mungkin saat hamil teringat Mbak Wulandari yang dari kecil memang tinggal bersama Eyang Putri (secara, keluarganya memang tinggal sama Eyang). Nggak tahu juga sihhh…memang tante Rini (mamanya Mbak Wulandari) dan Tante Ida (mamanya Dya) juga mirip… ya karena saudara sekandung (anak ke 5 dan ke 8), tapi kan kalau antar cucu hubungannya sudah jauh dan sudah tercampur gen-gen ayahnya masing-masing. Tapi kok ya mirip sekali, kayak kakak adik kandung saja.
Contoh lain :
Keponakan saya (anaknya sepupu saya, Novi) yang masih 3 tahun, mukanya tuh agak-agak mirip saya waktu kecil (saya liat foto-foto kecil saya memang mirip), rambutnya yang ikal keriwil2 juga sama, cuma Angelica lebih montok n gendut.
Ada lagi, adik saya Pei mirip dengan keponakan saya juga yang berusia 2.5 tahun, rambutnya juga keriting bedanya adik saya kecilnya gendut sementara ponakan saya ini kurus, susah makannya sih…
Masih ada beberapa lagi yang memiliki kesamaan wajah. Kalau sifat, memang ada yang sama ada yang berbeda juga. Misalnya Om ini sifatnya sama dengan Ayah, tante ini sama sifatnya kayak Om ini.. Begitulah….
Memang semuanya adalah rahasia Allah SWT yang telah menciptakan seluruh umat manusia di dunia ini.
* Di foto ini, saya (berbaju biru) dan mama saya (baju ungu) sedang ‘nungging’ mengawasi keponakan saya yang sedang berenang…
Really big butt ,right??? Padahal mama saya keluarganya turunan kecil-kecil badannya, cuma sejak melahirkan saja jadi melar...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar