Banyak orang yang tidak sabar menantikan datangnya hari di pertengahan Maret ini. Mengapa ?? Ohhh rupanya pada penanggalan kalendar di republik ini, Kamis dan Jumat tanggal 20 dan 21 Maret adalah tanggal merah alias hari libur. Kedua tanggal tersebut merupakan hari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Wafatnya Yesus Kristus. Dan karena langsung disambung dengan hari Sabtu dan Minggu, jadilah libur 4 hari itu sangat disyukuri oleh para pekerja guna dimanfaatkan untuk menyegarkan pikiran dan berlibur bersama keluarga.
Sebagai seorang pengangguran tentunya saya tidak terpengaruh dengan tanggal merah seperti itu, karena toh di hari-hari biasa saja saya memang libur, kecuali hari-hari dimana ada panggilan kerja. Bukan hal istimewa, namun tentu saja saya senang karena memang sejak awal tahun ini sudah direncanakan bahwa keluarga besar kami akan berkumpul untuk menghabiskan waktu bersama ketika ada libur panjang. Kalau sudah begitu siapa yang menolak untuk pergi berlibur…
Akhirnya kami sepakat berlibur di Puncak. Sebagai anak tertua, ayah saya hanya tinggal terima beres dan tidak ikut campur mengenai reservasi penginapan dan lain sebagainya. Ayah hanya ikutan menyumbang biaya sesuai bagian masing-masing.
Pada hari H ( Sabtu, 22 Maret 2008) kami berangkat masing-masing. Keluarga kami berangkat dari Bekasi pukul 10.00 WIB karena sebelumnya kami mengira akan beriringan dengan Eyang Putri yang berada di Tambun, di rumah tante saya. Padahal kami sudah siap sejak pagi karena sebelumnya diberitahu akan berangkat bersama pukul 09.00 WIB. Namun satu dan lain hal, mungkin juga karena Eyang Putri yang memang suka lama segala sesuatunya (maklum sudah tua dan pikun), kami akhirnya berangkat sendiri-sendiri.
Beberapa keluarga lainnya ada yang sudah berangkat ke Puncak dari Kamis, namun di lokasi berbeda. Kami sepakat berkumpul hari Sabtu, di Surya Indah di daerah Cipanas. Untunglah ada handphone, jadi komunikasi dapat terjalin sehingga kami dapat menemukan penginapan Surya Indah tersebut. Untung juga jalanan menuju Puncak lancar, mungkin karena sudah hari ketiga libur jadinya tidak terlalu ramai. Kami tiba pukul 14.00 WIB, itu karena kami mampir dulu makan siang di jalan sambil menikmati panorama Puncak.
Sebagai seorang pengangguran tentunya saya tidak terpengaruh dengan tanggal merah seperti itu, karena toh di hari-hari biasa saja saya memang libur, kecuali hari-hari dimana ada panggilan kerja. Bukan hal istimewa, namun tentu saja saya senang karena memang sejak awal tahun ini sudah direncanakan bahwa keluarga besar kami akan berkumpul untuk menghabiskan waktu bersama ketika ada libur panjang. Kalau sudah begitu siapa yang menolak untuk pergi berlibur…
Akhirnya kami sepakat berlibur di Puncak. Sebagai anak tertua, ayah saya hanya tinggal terima beres dan tidak ikut campur mengenai reservasi penginapan dan lain sebagainya. Ayah hanya ikutan menyumbang biaya sesuai bagian masing-masing.
Pada hari H ( Sabtu, 22 Maret 2008) kami berangkat masing-masing. Keluarga kami berangkat dari Bekasi pukul 10.00 WIB karena sebelumnya kami mengira akan beriringan dengan Eyang Putri yang berada di Tambun, di rumah tante saya. Padahal kami sudah siap sejak pagi karena sebelumnya diberitahu akan berangkat bersama pukul 09.00 WIB. Namun satu dan lain hal, mungkin juga karena Eyang Putri yang memang suka lama segala sesuatunya (maklum sudah tua dan pikun), kami akhirnya berangkat sendiri-sendiri.
Beberapa keluarga lainnya ada yang sudah berangkat ke Puncak dari Kamis, namun di lokasi berbeda. Kami sepakat berkumpul hari Sabtu, di Surya Indah di daerah Cipanas. Untunglah ada handphone, jadi komunikasi dapat terjalin sehingga kami dapat menemukan penginapan Surya Indah tersebut. Untung juga jalanan menuju Puncak lancar, mungkin karena sudah hari ketiga libur jadinya tidak terlalu ramai. Kami tiba pukul 14.00 WIB, itu karena kami mampir dulu makan siang di jalan sambil menikmati panorama Puncak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar