Liburan kali ini hanya terdiri dari Eyang Putri , 4 anaknya, 2 menantu beserta cucu-cucu (11), cicit-cicit (5) dan pengasuh anak-anak (4). Jumlah semuanya 27 orang. Banyak juga ya, padahal belum semuanya ikut lho.
Kami menyewa 3 buah villa yang saling berdekatan dan masing-masing memiliki 3 buah kamar. Setelah bagi-bagi kamar tidur dan ngobrol ngalor ngidul, selepas sholat maghrib kami berkumpul di villa tempat Eyang Putri berada untuk makan malam. (kami membawa makanan dari rumah)
Sambil makan, kami melanjutkan obrolan sambil berkaraoke ria (pamanku niat banget bawa satu set karaoke dari rumahnya).
Agak malamnya barulah kami, cucu-cucu, yang minta izin pergi jalan-jalan untuk menikmati jagung bakar di Puncak. Sepanjang jalan menuju Puncak Pass banyak ditemui warung-warung yang selain menjajakan jagung bakar dan minuman hangat, juga memajang perempuan-perempuan muda nan cantik. Tau kan maksudnya ????
Akhirnya kami berhenti di salah satu warung yang berada di kawasan Puncak Pass yang sekiranya tidak ada wanita nakal di situ. Lucunya, kami perempuan berlima sementara lelakinya cuma satu (suaminya sepupu saya).
Payah …. yang lain nggak mau ikut. Padahal tadinya kita-kita malamnya mau ke coffe house-nya penginapan, nonton orang-orang nyanyi and main billiard. Tapi ternyata eh ternyata semua pada capek…Memilih tidur nemenin anak-anaknya (padahal kan ada baby sitter gitu lho), nggak mau ikut nemenin makan jagung bakar.
Jadilah kami bercanda-canda, mengira-ngira apa yang ada di benak orang lain melihat kami, lima perempuan bersama seorang lelaki dalam sebuah mobil. Mungkin begini pendapat orang-orang :
“Wah, ini lagi ngedrop perempuan-perempuan baru”
atau
“ Hebat banget tuh orang bisa dapet perempuan sebanyak itu, raja minyak dari mana tuh ??”
Hahahaha…… Setelah menikmati segelas bandrek susu plus jagung bakar tentunya serta diiringi musik dari lagu-lagu band masa kini, yang dilantunkan pengamen yang khusus memainkan request lagu dari kami , kami pun pulang kembali ke penginapan. Langsung tidur….Brrrrr……….Dingin banget udaranya.
Bye the way bus way…
Seperti yang telah diduga sebelumnya, liburan kali ini kami hanya numpang tidur saja sekalian berenang sihh. Yah, sekalian saling mengakrabkan diri antar saudara juga. Saya mengharapkan bisa jalan-jalan ke kebun teh pada pagi hari, menikmati udara yang sejuk atau ikut kegiatan outbond dll. Namun ternyata kami hanya jalan-jalan di seputaran penginapan saja. Siang harinya, saat pulang kami mampir di Museum Dinosaurus dan taman bermain atau arena outbond mini yang ada di sebelahnya. Tidak begitu menarik bagi orang dewasa, namun menarik bagi anak kecil alias cicit-cicitnya Eyang. Senang juga melihat mereka tertawa senang atau bahkan menangis ketakutan ketika akan bermain flying fox.
Ughh…anak sekarang enak banget, banyak arena bermain yang menarik. Zaman saya kecil dulu, paling main manjat pohon mangga… trus ngerujak deh, atau bermain permainan tradisional seperti : benteng, kelar, karet, congklak, atau main kemah-kemahan di seputaran komplek. Tapi pengalaman saya dulu lebih asyik ah..Lebih memorable gitu (bener nggak nih tulisannya??)
Selanjutnya kami makan bersama di sebuah restoran, yang membayar adalah sepupu saya yang berulang tahun sekaligus syukuran karena diterima kerja sesuai impiannya dan telah menjadi pegawai tetap di Astra Internasional.. Enaknya…….
Kami pun berpisah menuju rumah masing-masing. Saya sekeluarga mampir dulu di Bogor beli roti unyil sekalian mencari gandaria, buah yang sering digunakan sebagai pelengkap untuk membuat sambal. Lebih enak makan kalau pakai sambal gandaria… Ternyata roti unyil Venus, yang sudah pindah (sekarang nggak dekat asinan bogor lagi), tetap saja ramai pembeli. Kami bahkan susah untuk memesan roti, harus teriak-teriak berebutan dengan orang lain.
Ehmmm liburan kali ini termasuk liburan yang biasa-biasa saja bagi saya. Pengennya sih jalan-jalan ke Bandung, liat-liat Factory Outlet atau distro. Ngemil makanan enak yang ada di seputaran Bandung. Tapi ya, selain karena nggak punya uang lebih, juga karena sudah membayangkan Bandung pasti macet, dan memang benar, di TV saja sudah ditampilkan bagaimana kota Bandung dipenuhi mobil-mobil berplat B.
Jadi inget jaman kuliah dulu saat ayah saya belum pensiun, lumayan sering lho keluarga kami pergi ke Bandung. Apalagi setiap habis lebaran, habis terima THR plus bonus-bonusnya, pasti ke Bandung. Sekalian nyekar Nini dan mengunjungi saudara yang ada di sana.
Baju-baju di Bandung memang TOP banget, saya seneng karena akhirnya nemu baju yang ukurannya agak2 Big Size (agak atau memang gede kaliiii). Udah gitu bajunya nggak pasaran, nggak pernah tuh nemu orang dengan baju yang sama.
Lain kali, kalau sudah kerja khususnya, bawa uang sekarung … baru deh ke Bandung….Belanja sampe puas…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar