Selasa, 25 Maret 2008

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa I

Masih ingatkah kalian dengan guru yang telah mengajar kalian ?

Kali ini saya mau berbagi cerita tentang para pahlawan tanpa tanda jasa yang pernah memberikan pelajaran pada saat sekolah.

Berikut ini adalah nama-nama guru yang masih saya kenang :

1. Bu Marni & Bu Bertha, TK Putra Palu

Kedua nama ini adalah nama guru TK saya yang masih saya ingat sampai sekarang. Alasannya, karena saya masih menyimpan foto bersama beliau berdua jadi saya masih ingat walaupun saya sudah lupa pengalaman saya bersama beliau berdua. Yang saya ingat, bu Marni adalah Kepala Sekolah TK Putra saat adik saya Atta masuk di TK tersebut.

Yang saya ingat dari masa TK saya adalah saat-saat pembagian makanan tambahan yaitu bubur kacang hijau, kami murid-murid harus mencuci sendiri peralatan makan kami. Selain itu, di hari-hari tertentu di TK kami menjadi sangat ramai dengan kehadiran anak balita karena TK kami juga merupakan tempat kegiatan Posyandu. Jadi kami saat menunggu jemputan kami senang melihat-lihat adik-adik bayi yang sedang ditimbang berat badannya.

2. Bapak Ngati Laturu, SDN 1 Tatura Palu

Guru kelas II, ini masih saya ingat jelas karena namanya yang aneh. Selain itu saya masih ingat dengan sosok Bapak Ngati Laturu ini. Mukanya sih sudah lupa, saya sering membayangkannya seperti Bapak AT Mahmud, pencipta lagu anak-anak. Saya yang masih SD kelas II sangat terkesan dengan kehadiran bapak guru ini, yang walaupun sudah tua dan terlihat lemah namun masih bersemangat mengajarkan kami, murid-muridnya. Yang saya ingat guru saya ini selalu tidak lepas dari rokoknya.

3. Bu Hamrihar, SDN 3 Palu

Guru matematika ketika saya kelas V dan VI ini sebenarnya juga merupakan guru les saya. Banyak murid yang belajar matematika di rumah bu Hamrihar. Beliau adalah guru yang baik hati dan sangat perhatian dengan muridnya. Kebetulan beliau adalah ibu dari teman sekelas adik saya Pei, yang bernama Isti. Yang saya ingat, ketika EBTANAS kan yang mengawasi adalah guru dari sekolah lain, Bu Hamrihar akan keliling kelas memperhatikan kami murid-muridnya.

Mungkin karena takut nilai matematika murid-murid yang telah diberikan les olehnya jelek, maka bu guru ini akan menunjukkan jawaban yang kita tidak tahu. Beliau akan melihat mana soal yang belum kita jawab, dan sambil memegang soal yang tentunya telah dikerjakan olehnya ia akan menunjukkan jawabannya. Hehehehe….enak ya… Tapi nggak semua lhoooo, saya juga pernah di kasih tahu jawaban soal yang saya belum isi, tapi saya juga berusaha mencari jawabannya terlebih dulu.

4. Bu Lin dan Pak Rasyid, SDN 3 Palu (Kelas VI)


Kedua guru ini terkenal galak di sekolah. Bu Lin adalah guru olahraga (wajar kan?) sementara Pak Rasyid adalah walikelas VI saya. Sebenarnya mungkin bukan galak, hanya tegas saja. Apalagi Pak Rasyid, sebenarnya baik hati hanya saja karena ia adalah walikelas VI maka ia dituntut harus bersikap tegas pada murid-muridnya supaya lebih memperhatikan pelajaran karena jika kelas VI harus serius belajar untuk ujian akhir.

5. Guru Elektronik dan Fisika SMPN 2 Depok (Kelas I)

Walaupun hanya setahun di SMP ini tapi ada satu kejadian yang membuat saya tidak akan pernah lupa. Kedua nama guru ini saya lupa namanya. Maaf lho Pak…Bu…Guru….

Saat itu nilai elektronik saya jelek banget (namanya juga baru pertama kali belajar elektronik) kami yang bernilai jelek disuruh melakukan scot jump (bener nggak nih tulisannya?). Saya kan pindahan dari daerah dan saya sama sekali nggak tahu apa itu scot jump jadinya saya nanya. Eh Bapak itu malah ketawa dan ngeledek saya…Jengkel banget deh perasaan saya saat itu apalagi kejadian itu terjadi dihadapan teman-teman sekelas.

Kalau bu guru fisika, masalahnya gara-gara kami sekelas tidak mengikuti pelajaran lab fisika, maka bu guru ini pun ngambek nggak mau mengajar fisika di kelas kami lagi sebelum kami membawa surat perjanjian dari orang tua. Yah…Kami kompak tidak masuk lab karena ada yang mengajak (provokatornya hebat tuh, saya lupa ada masalah apa sebelumnya)

6. Bu Tiur Guru Geografi SMPN 2 Bekasi (Kelas II)

Aduh, kok saya lupa yah namanya …padahal guru ini terkenal killer di kalangan murid-murid. Ibu ini kalau mengajar suaranya lantang dan keras sekali (maklum orang Batak) sehingga murid-murid pada takut. Ibu ini juga suka asal nunjuk kalau lagi menerangkan pelajaran, sehingga bikin kita-kita takut, jadinya harus selalu baca pelajaran yang akan diajarkan sebelumnya. Karena jika tidak bisa menjawab, bakalan kena omelan panjang lebar. Yang hebat dari bu guru ini adalah beliau sering menerangkan sesuatu di luar pelajaran namun masih berkaitan dengan pelajaran geografi sehingga kami bertambah wawasannya. Catatan yang diberikan olehnya sangat lengkap dan bermanfaat bagi kami meski kami telah tamat dari pengajarannya. Makanya saya menyesal sekali ketika tahu catatan geografi saya saat itu sudah dibuang oleh orang rumah. Karena bagi saya, catatan pada saat beliau mengajar penuh dengan pengetahuan umum.
Ehm sedihnya, saya dengar beliau sudah meninggal dunia saat saya kuliah. (Adik saya Atta juga pernah diajar olehnya lho…dan cara mengajarnya tidak berubah)

7. Bu Woro, Guru Sejarah SMPN 2 Bekasi (Kelas II)

Saya memang sangat suka akan sejarah. Senang sekali bisa mengetahui sejarah dan cerita dari masa lalu. Bu Woro ini kalau mengadakan ulangan harian seringkali memberikan iming-iming berupa hadiah uang atau cokelat silverqueen pada yang nilainya paling bagus. Sedangkan yang mendapat nilai terjelek harus mengumpulkan uang (Rp 500 atau lebih deh) untuk memberikannya kepada yang nilainya bagus. Makanya saya senang sekali mendapat nilai bagus pada pelajaran sejarah. Boleh nggak sih metode pengajaran seperti ini ?

8. Bu Ririn, Guru PPKN SMPN 2 Bekasi

Ini adalah ibu guru paling modis dan selalu memperhatikan penampilan. Nggak heran, karena suaminya menurut kabar yang beredar adalah orang yang lumayan kaya. Jarang sekali kan guru pada saat itu yang mengajar ke sekolah memakai make up lengkap. Maskara, eye shadow dan blush on nggak pernah lupa dipakainya, apalagi lipstick yang merupakan make up wajib para ibu guru lainnya. Segar juga melihatnya, warna warni, nggak pernah sama, selalu disesuaikan dengan pakaiannya.

9. Bu Meity, Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Bekasi (Kelas II)

Selain sejarah saya suka pelajaran bahasa Indonesia. Bu Meity adalah guru favorit saya ketika itu. Bu Meity ini, sama seperti saya, merupakan pindahan baru di SMPN 2 Bekasi. Saya selalu ingat masa-masa awal ketika kami sekelas saling mengenalkan diri satu sama lain, Bu Meity menyadari bahwa saya adalah murid baru juga, jadilah saya disuruh menceritakan asal usul saya.

10.Bu Sarimi, Guru Sejarah SMUN 1 Bekasi

Guru ini termasuk guru yang sudah berumur namun sangat baik hati. Beliau mengajar sambil bercerita, jadi kami murid-muridnya merasa senang karena pelajarannya jadi lebih masuk ke otak dan dapat selalu diingat.

10.Bu Indah, Guru Kimia SMUN 1 Bekasi (Kelas I, II dan II)

Bu Indah ini adalah walikelas saya saat kelas I. Inilah guru yang telah membuat saya membenci kimia setengah mati sehingga nilai rapor saya sempat kebakaran (dapat nilai merah). Menjadi guru kimia saya selama SMA, membuat saya benar-benar nggak mengerti akan pelajaran kimia. Saat mengajar suaranya sangat lantang dan keras (padahal bukan orang Batak melainkan Jawa-Bali)

(Bayangkan, beliau mengajar di dua kelas sebelah saja kami masih dapat mendengar suaranya, jadi kami bisa tahu apakah Bu Indah hari ini masuk mengajar atau tidak)

Sebenarnya Bu Indah baik, cuma karena suaranya yang keras saya agak takut untuk bertanya sehingga pelajaran yang tidak saya pahami terpaksa harus saya telan sendiri. Apalagi saat kelas I saya duduk di deretan belakang jadinya kurang jelas memahami apa yang dimaksud. (Bukan budek ya, rada telmi aja)

Pas kelas II dan III kebetulan saya duduk tepat di depan meja guru. Jadi saya sedikit banyak mengenal Bu Indah yang ternyata baik hati. Barulah saya lama-lama mengerti maksud pelajaran kimia yang diajarkan olehnya. Namun tentu saja sudah terlambat, karena pelajaran kimia saling berkaitan satu sama lain dari kelas I hingga kelas III. Dasar saya yang telmi kali ya ??

Di akhir kelas II Bu Indah hamil besar jadinya sering tidak masuk dan pas naik kelas III sempat diganti guru lain hingga saat melahirkan, namun akhirnya bu Indah mengajar saya kembali. Hebatnya selama ini bu Indah tinggal di Jakarta, beliau bolak-balik Jakarta-Bekasi untuk mengajar kami. Apalagi saat kelas I kami kan sekolah sore, jadilah Bu Indah selalu dijemput suaminya. Dan yang lebih hebatnya, ternyata Bu Indah di sela-sela kesibukan mengajarnya beliau juga sekolah lagi, S2, ditempat yang sama dengan ayah saya. Kaget juga lho ketika hadir di wisuda ayah, saya sempat melihat Bu Indah memakai toga.

Salut deh buat bu Indah…

11.Bu Lili, Guru Biologi SMUN 1 Bekasi (Kelas II)

Saya suka dengan cara mengajar beliau, mudah diikuti dan dipahami. Akibatnya nilai biologi saya sangat baik saat kelas II. Yang saya ingat, Bu Lili ini masih lajang, kasihan juga masih belum nikah pada umur yang terbilang matang. Sekarang tentu sudah menikah, ya kan Bu ?

12.Bu Endang, Guru Biologi SMUN 1 Bekasi (Kelas III)

Bu Endang ini terkenal dengan bulu matanya yang lentik. Beliau selalu memakai mascara ketika ke sekolah. Saya agak nggak suka dengan ibu yang satu ini. Baik dari cara mengajarnya maupun sifatnya yang agak-agak …..(centil/genit/memang begitu sifatnya ya?) Di kalangan murid-murid, Bu Endang ini terkenal suka pilih kasih. Memang ada benarnya juga sih keliatannya. Doi lebih suka sama anak cowok, nggak tahu kenapa. Pokoknya sifatnya lebih memihak kaum adam baik dalam hal memberikan nilai ataupun perhatian. Kalau lagi mengajar yang diperhatikan cowok melulu, yang ditunjuk untuk menjawab pertanyaan juga cowok duluan.
Atta adik saya juga pernah diajar olehnya, namun Bu Endang sudah agak berubah baik dari segi pengajaran maupun penampilannya, sekarang beliau sudah menutup aurat. Wah…Bagus banget kan

13.Pak Manurung, Guru Matematika SMUN 1 Bekasi (Kelas III)

Beliau adalah walikelas III IPA saya. Walaupun berdarah Batak, Pak Manurung sangat baik dan sopan, suaranya pun halus tidak seperti orang marah. Saat mengajar, beliau masuk kelas tidak membawa apa-apa, pelajaran matematika yang akan diajarkan olehnya sudah diingatnya. Jadi kami tinggal di suruh memberitahukan sampai mana pelajaran kemarin dan beliau langsung mengajar tanpa lihat buku. Itulah kehebatan Pak Manurung.

Namun yang membuat saya deg-degan adalah beliau seringkali menyuruh murid-muridnya mengerjakan PR di papan tulis tanpa membawa buku. Buku dibuka hanya jika menulis soal, selanjutnya dikerjakan sendiri tanpa melihat buku PR. Jadi bisa ketahuan siapa yang mengerjakan sendiri atau mencontek hasil teman. Untungnya saya duduk di depan meja guru jadinya jarang disuruh maju ke depan. Namun jika ditunjuk secara berurutan kami biasanya sudah menghafalkan cara dan jawaban dari soal PR nya.

Pak Manurung ini juga pengajar bimbel, sebelum giat merintis INTEN, beliau bergabung di Ganesha Operation. Jadinya beliau lebih senang mengajarkan matematika langsung praktek menggunakan soal-soal.

14.Pak Wartana, Guru Fisika SMUN 1 Bekasi (Kelas III)

Guru yang satu ini agak aneh menurut saya. Beliau tidak pernah mengajarkan teori-teori fisika kepada kami, tetapi langsung praktek soal-soal. Dengan menggunakan buku Olimpiade Fisika kami dituntut dapat mengerjakan soal-soal dalam buku itu. Satu per satu dari kami akan mengerjakan soal sambil membawa buku, dan jika jawabannya salah Pak Wartana ini akan membenarkannya. Intinya beliau tidak mengajarkan kami, beliau juga jarang berbicara kepada kami, lebih sering mengebulkan asap rokoknya saat jam pelajaran. Mungkin prinsipnya, dengan latihan soal kita akan terbiasa menjawab beragam persoalan yang ada.

15.Pak Sibarani, Guru Bahasa Inggris SMUN 1 Bekasi (Kelas II)

Guru yang satu ini sangat dekat dengan murid-muridnya. Selain usianya yang masih muda, Pak Sibarani juga sering bermain bola atau berolahraga bersama murid-murid cowok lainnya. Ehm satu lagi, pada pelajaran bahasa Inggris ini Pak Sibarani mengajar menggunakan metode yang jarang dilakukan oleh guru lain yaitu menonton dan membahas film berbahasa Inggris tanpa teks tersebut. Selain itu juga diadakan debat bahasa Inggris dan dilakukan perkelompok. Sungguh mengasyikkan metode ini cukup membantu meningkatkan kemampuan berbahasa kami. Selain tentunya kami harus mengisi buku soal-soal yang telah diberikan secara berkala.


























Tidak ada komentar: