Senin, 17 Maret 2008

Penipuan Berkedok Lowongan Kerja

Baca judulnya bikin penasaran ya???

Ini kisah nyata tentang saya dan teman saya yang sama-sama pengangguran dan berniat mencari kerja..

Ceritanya awal Maret lalu, di suatu malam, tiba-tiba teman saya itu , sebut saja Sari, menelpon dan mengajak saya untuk ikut walk in interview di sebuah perusahaan. Katanya tahu dari iklan lowongan kerja halaman klasika koran Kompas. Memang kala itu disebutkan PT MAM merupakan perusahaan yg bergerak di bidang minyak dan gas, membutuhkan banyak tenaga kerja. Sebenarnya pas saya melihat iklan di Kompas itu, saya agak curiga soalnya kok butuh banyak karyawan ya? Namun saya menyambut tawaran Sari itu dengan senang hati, ikut-ikut saja siapa tahu beneran lagian sekalian jalan-jalan, pikir saya waktu itu.

Esok harinya, hari Senin, dengan pakaian rapih kami pun menuju ke PT MAM di Gedung Bumiputera Lt 29 Jl Jendral Sudirman Jakarta. Saat masuk ke PT MAM memang sedang ramai, rupanya banyak juga yg tertarik bekerja di sana. Setelah mendaftar dan menyerahkan lamaran, kami dipersilahkan menunggu di suatu tempat. Satu persatu peserta tes dipanggil untuk interview. Tiba giliran saya, saya dipersilahkan masuk menuju suatu ruangan. Pas masuk baru saya kaget, kok banyak banget meja dan petugas interviewnya. Satu meja berisikan petugas interview yang menghadapi peserta tes tersebut. Ada beberapa meja disana. Saya langsung curiga sebab saya pernah menghadapi situasi yg sama dan merupakan penipuan..

Saat wawancara, seperti biasa diajukan pertanyaan mengenai latar belakang diri saya, pengalaman kerja dsb. Tapi si interviewer ini mengajukan syarat uang administrasi sebesar 450 ribu rupiah sebagai syarat diterima bekerja. Saya heran campur kaget dan berusaha tetap tenang sambil bertanya tentang pekerjaan saya nantinya. Saya tanya apakah ini perusahaan outsourcing, dijawab olehnya bukan..karena nantinya gaji tidak dipotong cuma uang administrasi sebagai ganti kartu jamsostek dll. Terus dikatakan, kalau nanti saya ditempatkan sebagai staf administrasi di Pulo Gadung, dekat tempat tinggal saya di Bekasi. Karena tidak bawa uang saya pun menolak membayar, petugasnya bilang kalau nggak bawa uang nggak apa-apa ditunggu sampai hari Jumat. Ya udah saya bilang pikir-pikir dulu...sambil mohon diri. Saya sudah tahu itu pasti penipuan.

Setelah selesai, otomatis saya menunggu Sari di depan jalan masuk PT MAM, ehhh satpamnya menyuruh kami (saat itu banyak juga yg telah selesai interview) untuk langsung turun ke bawah. "Jangan tunggu disini!!!" , begitu satpam itu bicara pada kami yang sedang menggerombol. Saya pun turun ke bawah, menunggu di lobby depan.

Saat Sari turun, dia nanya "Eh aneh ya, perusahaannya kok minta uang". Setelah saya jelaskan bahwa saya juga diminta hal yang sama. Kami berdua sepakat bahwa itu adalah sebuah penipuan. Apalagi Sari didesak untuk menyerahkan sejumlah uang (Awalnya 500 rb, lalu karena nggak bawa uang turun jadi 250 rb, 100 rb, 50 rb sampai 5 rb rupiah) Aneh banget. Terpaksa Sari memberi 6 rb rupiah untuk membeli materai katanya. Ternyata Sari di interview oleh orang yang lebih berpengalaman mungkin supervisornya alias atasannya karena di wawancara di ruangan khusus yang cuma berdua saja. Nggak seperti saya. Lebih menyeramkan karena Sari diminta untuk mengambil uang di ATM, "ditunggu", begitu katanya. Untung Sari masih sadar tidak terhipnotis atau terpengaruh.

Kamipun mencari orang yang tadi ada di PT MAM, ternyata ada serombongan orang yang baru menyerahkan CV dan belum di interview. Setelah kami cerita, mereka jadi marah dan mengatakan bahwa ini benar penipuan...Sari nekad mau mengambil CVnya lagi. Kalau saya sih sudah pasrah terserah deh...

Kami serombongan (bersama anak2 yg belum interview tadi) naik kembali ke lantai 29, ternyata mereka(yang belum diinterview) langsung disuruh masuk ke ruangan. Sementara kami didiamkan. Akhirnya Sari mengetuk ruangan tempat interview berdua dengan saya. Petugas yang menginterview Sari awalnya bersikap ramah, namun begitu mengetahui kedatangan kami bukan untuk menyerahkan uang tetapi mengambil surat lamaran, ia langsung marah. Ia mengatakan bahwa Sari telah menandatangani surat yang menyebutkan CV yang telah diserahkan tidak dapat diambil kembali. Kebetulan saya tidak diberikan formulir tersebut tadi.
Adu argumen berlangsung di situ, Sari mencoba tetap tenang sementara Bapak itu marah setengah mati. Pada akhirnya resepsionis datang mengingatkan ada tamu untuk Bapak itu, Sari tetap kekeuh meminta CVnya. Akhirnya Bapak itu bilang Boleh...tapi nanti jam 3 sore..Sari menjawab "OK. Kami tunggu!!"

Saya pun mendatangi ruangan interview saya tadi dan mencari Bapak yang meniginterview saya, tetapi sedang makan kata orang yg disitu. Kamipun menunggu di resepsionis, tak berapa lama ternyata surat lamaran kami berdua dikembalikan. Lengkap.....

Ternyata nasib kami masih mujur, walaupun Sari rugi 6rb rupiah. Namun pas perjalanan pulang, kembali nasib sial menghampiri kami. Di bus ada pengamen yang keliatannya sedang mabuk dikit atau emang gila...Doi menghujat dan mengejek kami, terutama Sari yang memakai rok pendek, bahkan agak menyinggung agama segala. Entahlah...Memang kami tidak memberi uang karena lagi asyik bercerita tentang masalah tadi...Sari yang orang Batak asli rupanya takut juga. Akhirnya kami turun di Jatibening (pintu tol Pondok Gede Timur), dan mengganti bus lain padahal di luar sedang hujan deras....Yahhhh hujan mendingan daripada diganggu orang gila begitu yang Sari katakan pada kondektur bus....

Tidak ada komentar: