Blog ini berisikan kisah hidup keluarga aku maupun semua catatan yang ingin aku ungkapkan mengenai kehidupan di dunia...
Minggu, 28 Desember 2008
SELAMETAN PINDAH RUMAH
Kagum banget deh. Ngiri juga. Kapan ya, punya rumah kayak gitu. Hehehehe....
Mbak Dewi dan suaminya, awalnya cuma beli kavling tanah kosong, terus dibangun sendiri rumahnya pake arsitek segala. Pantesan deh, makanya cozzy banget rumahnya. Semua dipikirin...Rumahnya bertingkat,punya banyak pintu & jendela, jadi sirkulasi udaranya lancar trus langit-langitnya tinggi (jadi gak panas).Udah gitu, bagian bawahnya nggak disekat-sekat dengan tembok/dinding (jadi keliatan luas banget). Udah gitu hemat listrik, karena lampu juga jarang digunakan karena banyak cahaya alami dari sinar matahari yang masuk. Model rumahnya juga minimalis. Kamar tidurnya ada empat plus satu kamar pembantu. Cocok buat keluarga muda yang baru punya anak satu.
Yah namanya juga keluarga muda, suaminya juga semakin sukses sekarang walaupun makin jarang di rumah karena sibuk kerja melulu. Terang aja ya.. mampu beli rumah sebagus itu. Kalah deh rumah ortu aku, padahal sama-sama PNS. Hihihi....
Beruntung banget mbak Dewi itu, padahal tadinya mereka tuh dijodohin. Secara suaminya tuh temennya om aku juga. Jadi beda usia kedua pasangan itu lumayan jauh. Tapi malah enak juga lama-lama aku pikir, kalau nikah sama orang yang beda umurnya jauh. Mereka tentunya sudah sukses dan punya kerjaan mantap.
Pandangan aku mulai berubah nih...Nggak nolak deh kalau dikenalin sama cowok yang lebih tua (asal nggak lebih dari 10 thn lho..) Hehehehe...Matre juga ya..Tapi memang sih selama ini sudah banyak juga saudara-saudara yang nanyain "Sudah punya pasangan belum?" Mau nggak dikenalin sama ini, itu, dst.
Gitu deh nasib aku yang pengangguran dan jomblo ini. Malang bener ya??
Semoga tahun depan semuanya dapat lebih baik dari tahun ini. Tanda-tandanya sudah ada nih kalau yang berhubungan dengan kerjaan. Tapi kalau jodoh, ugh...masih belum ada tanda-tanda positif. Harus nurunin berat badan dulu kali ya...Biar lebih langsing jadi lebih keliatan cantik. Hmmm...Susah juga nih.
Selasa, 02 Desember 2008
Kabar dari teman lama
Yang bikin kaget sih bukan foto Yuni-nya. Tapi melalui FS Yuni tersebut akhirnya aku bisa tahu juga kabar temen kelas 1 dulu yang sekelas dengan Yuni di IPS. Banyak banget lho...Ada Merry teman sebangkuku dulu, nggak nyangka dia baru saja married. Trus pernah tinggal di Jepang segala. Mana kutahu itu sebelumnya..Dan masih banyak yang lainnya.
Ada satu foto yang membuat aku kaget dan nggak nyangka aja. Ada foto Yuni sedang reuni dengan teman-teman kelas IPS nya. Dan tampak di foto tersebut, seorang cowok yang dulu memang sekelas juga bareng kita pas kelas 1.
Ehmmm, bukannya geer nih...tapi cowok itu dulu pernah suka aku...Hahahaa...ada juga ya yang suka ama aku...(dah lama lho aku nggak pernah ngerasain lagi gimana rasanya disukain oleh seseorang) Hiks hiks hiks hiks...
Dulu tuh, awalnya aku diledekin ama temen-temen khususnya oleh anak cowok item dekil yang namanya diambil dari istilah Pramuka gitu deh.Dia bilang ke semua temen sekelas kalau cowok itu tadi (sebut saja Mr. H) naksir ama aku. Saat itu aku sebel banget, secara si Pandega itu ngeledekinnya nggak kenal waktu. Malu juga sih sama temen sekelas gitu lohhhh...Apalagi orangnya (Mr. H)kalem-kalem aja nggak nunjukkin sesuatu atau apa gitu..(emang apaan??)Jadi aku nggak percaya sama Pandega yang aku anggap cuma iseng aja.
Tapi pas nggak sengaja di sela-sela waktu belajar, mataku yang memang suka "jelalatan" ngeliat keadaan sekeliling kelas, tiba-tiba bertubrukan dengan mata Mr.H
Ternyata dia tuh memang suka diam-diam merhatiin aku..Hihiihihih (geer dikit boleh donk. Akhirnya baru deh aku percaya juga sama Pandega. Soalnya nggak cuma sekali dua kali gitu..Tanda-tanda orang yang sedang "fall in love" juga ada sih...
Tapi cuma gitu aja nggak ada kelanjutannya, Mr.H nya juga nggak berusaha mendekati lebih jauh...yah biasa aja kayak temen sekelas aja, aku sendiri juga cuek.
Waktu pun berlalu,naik kelas dua, ternyata Pandega dan Mr.H tuh sekelas lagi dan mereka tetangga kelas aku. Busyet dah...Aku sendiri di kelas itu cuma punya satu teman yang berasal dari kelas 1. Jadinya nggak ada yang ngeledekin lagi.. Tapi emang dasar Pandega tuh anaknya usil bin jahil..dia tuh malah makin sering ngeledekin aku setiap lewat kelasnya. Untungnya kelas kita nggak langsung bersebelahan tapi masih dipisahkan oleh perpustakaan, jadi cuma kalau mo jajan aja aku mesti lewat kelas mereka.Untungnya juga temen sekelasku nggak ngeh aja gitu..Jadi gosip dan ledek2an bisa teratasi.
Pas kelas tiga, Mr H sekelas dengan Merry, Yuni dan banyak teman kelas 1 lainnya di kelas IPS. Secara aku masih tetap akrab dengan temen-temen cewekku itu, aku mau nggak mau sering main ke kelas IPS. Tapi risikonya yah diledekin juga. Padahal Pandeganya nggak ada (secara dia masuk kelas IPA atas).
Pernah suatu waktu, ditanya kembali sama temen cewek aku itu tentang kemungkinan untuk jadian sama Mr. H. Karena katanya doi masih menyimpan "rasa". Udah gitu kita ngobrolnya di dekat kelas mereka, jadinya si Mr H itu juga dengerin dari kejauhan walaupun samar-samar. Soalnya doi malah ikut menimpali segala. (nggak gentleman juga sih, masa' nembak mesti lewat teman??)
Tapi sorry aja ya...saat itu penawarannya aku tolak langsung. Aku memang saat itu belum mikir tentang pacaran. Wong mikir pelajaran di kelas IPA aja udah nggak sanggup rasanya. Hihihihihi...aku pengen banget pindah ke kelas IPS lho. Jiwaku rasanya disana, bukan di kelas IPA yang tiap hari PR bejibun..Ngitung semua lagi..Kimia, Fisika, Matematika...Ughhh pelajaran yang paling menyebalkan.
Ya begitulah..sedih juga aku pas ngeliat profile si Mr.H sekarang, sudah punya gandengan booo. Lumayan cantik. Mana Mr H nya lumayan . . . (ehmmm)and dah kerja di bidang hukum pula...
Sementara aku??? Jomblo terus... Hiks hiks hiks.
Rabu, 26 November 2008
Kembali ke kampus
Kembali ke kampus menimbulkan sedikit rasa senang, rindu, takut dan juga malu.
Yah…senang dan rindu karena sudah lama sekali saya tidak mengunjungi kampus yang sebenarnya mudah dijangkau dan sering terlewati setiap kali pergi ke Jakarta. Rindu dengan masa-masa saat menjadi mahasiswi, suka dan dukanya langsung terlintas begitu melewati tempat-tempat dimana beberapa tahun lalu terdapat jejak kisah yang masih teringat dalam memori.
Perasaan takut menghinggapi diri ini karena takut bertemu dengan dosen-dosen dan teman-teman sejurusan. Mungkin teman-teman saya seangkatan sudah lulus kuliah semua tetapi adik-adik kelas sejurusan masih ada yang mengenal saya. Sebenarnya bukan takut, cuma malu saja kalau tiba-tiba ditanya, “ Kerja dimana sekarang Mbak? ”
Waduh…pertanyaan itu adalah pertanyaan keramat bagi kami, para pengangguran seperti saya.
Malu dan bingung mesti jawab apa kan ? Mau jujur tapi malu, tapi kalau bohong juga nggak mau karena nantinya pasti ketahuan juga.
Untung tadi saya tidak menemui orang-orang yang mengenal saya, hanya pada Jumat lalu seorang staf TU yang mengurus legalisir ijazah yang merasa pernah dan sering melihat saya dulu katanya.. hehehehe…(Bu Shinta, ternyata masih inget saya ya…memang dulu saya aktif di kegiatan kampus dimana saya sering ke lantai 4, tempat ruang Kajur dan TU berada)
Saya sih jujur saja bilang mau ikut CPNS jadi butuh legalisir ijazah. Terus pas ditanya sudah kerja dimana, saya jawab saja kalau sekarang masih belum kerja lagi karena putus kontrak, tapi sebelumnya sudah pernah kerja di beberapa tempat.
Tadi suasana kampus masih seperti dulu, dimana saat ini adalah masa pengurusan KRS untuk semester pendek. Jadi aula B di gedung ekonomi masih penuh dengan mahasiswa yang akan mengurus KRS. Jadi inget deh bagaimana dulu kami harus memilih mata kuliah yang akan diambil , mencari dosen yang baik dan bukan termasuk dosen killer, menunggu antrian untuk mendaftar dan lain sebagainya.
Yah…suasana kampus memang tidak berubah sedikitpun, canda tawa para mahasiswanya masih terdengar riuh memenuhi area kampus. Beberapa bangunan baru menambah marak suasana dan membuat saya kagum. Kampus memang tempat terbaik untuk belajar tentang kehidupan. Bagaimanapun selama di kampus, kita harus bersosialisasi dengan semua “awak” yang berada disana, lengkap dengan segala permasalahan yang ada. Inilah realita kehidupan, dimana yang menang adalah yang mampu bertahan dan beradaptasi terhadap segala sesuatu. Seseorang tidak bisa dinilai hanya berdasarkan tingkat kemampuan akademiknya tetapi juga kemampuan lain yang mendukung dan bisa membawanya menuju kesuksesan. Inilah hikmah yang dapat saya ambil berdasarkan contoh pengalaman hidup dari beberapa teman maupun orang lain.
Hmmm…Lain kali saya pasti akan kembali ke kampus sambil berjalan tegak dan tersenyum pada semua orang.
Yah!! Saya harus BISA!!! Menggapai semua mimpi, Menuju kesuksesan hidup!!! HOREEEEEE …….
Rabu, 12 November 2008
Kumpul Keluarga…(again)
Ya…kami akan menyewa tempat di daerah Mega Mendung.
Hampir seluruh keluarga besar datang berkumpul, hanya ada dua keluarga (keduanya adalah adiknya ayah) yang tidak bisa hadir karena berada nun jauh di luar pulau Jawa (Bengkulu dan Italia). Selebihnya, delapan anak Eyang Putri beserta keluarga tentunya (anak, cucu bahkan cicit) turut hadir menyemarakkan kumpul keluarga besar.
Namun ada pula tambahan anggota keluarga baru, saya punya keponakan cewek baru, bayi mungil yang berusia tiga bulan. Bayi cantik namun malang ini (akan saya ceritakan kisahnya nanti), kala itu menjadi primadona karena anggota keluarga lain yang belum sempat melihatnya tentu sangat penasaran melihatnya.
Melalui kumpul keluarga seperti ini mengalirlah cerita tentang perkembangan masing-masing anggota keluarga. Selain itu, masalah mengenai warisan keluarga dan keadaan Eyang Putri juga dibahas pada waktu itu (tentunya hanya ayah dan adik-adik kandungnya). Masalah warisan sendiri penting untuk dibahas mengingat usia dan kondisi Eyang Putri yang semakin bertambah tua dan menurun kesehatannya.
Namun cerita menggembirakan tentunya juga ada. Seperti biasa, ada yang baru diterima kerja, baru lulus kuliah, baru mempunyai rumah baru, baru mendapat promosi kerja, baru mau punya momongan lagi dan lain-lain. Keluargaku sendiri nggak ada kabar baru kecuali adikku Atta yang baru lulus kuliah.
Yang paling seru tentunya kabar bahwa salah seorang sepupuku yang tinggal Bali telah merampungkan syuting untuk video klip musik dari album kompilasi yang memang telah di launching beberapa bulan sebelumnya. Untuk diketahui, sepupu cowokku ini adalah anggota band yang beberapa bulan lalu memenangkan juara favorit A Mild Live Wanted 2008. Sepupu cowokku ini memegang keyboard, namanya di band pun berubah jadi Baim. Hahaha….padahal nama aslinya jauh dari itu lho. Sebutan “Baim” pada awalnya memang telah disandangnya semenjak lebaran tahun lalu, karena saat itu rambutnya yang camuri (cakar muka sendiri) dan penampilannya yang mirip dengan Baim Wong membuat kami menjulukinya “Baim Wong Bali”. Hehehehe…………
Jenis musik yang ditawarkan kayaknya mudah diterima pasar musik Indonesia, apalagi didukung penampilan mereka di atas panggung yang selalu atraktif dan komunikatif terhadap penonton. Baru denger satu lagi sih, tapi berdasarkan komentar orang-orang di Friendster-nya, band ini adalah band yang sudah ngetop di Pulau Bali.
Akhirnya….akan ada juga cucu Eyang yang menjadi orang terkenal alias artis. Doain ya semoga bandnya sukses dan terkenal seperti band-band yang saat ini menjamur di televisi.
Yah…selayaknya acara kumpul keluarga lainnya di hari lebaran, keluarga kami pun mempunyai tradisi membagi-bagikan uang bagi para cucu dan cicit yang belum menikah. Sebagian besar keluarga Indonesia melakukan hal ini juga saat lebaran, bukan ??
Minggu, 09 November 2008
Pesan dari Etta
Selasa, 12 Agustus 2008
GAYA BAHASA NGE-BLOG
Memang, cara penulisan maupun gaya bahasa yang saya gunakan untuk posting di blog ini berubah-ubah sesuai dengan hati dan keinginan saya sendiri.
Pada masa awal posting di alamat blog ini misalnya, saya sebisa mungkin menggunakan bahasa Indonesia yang resmi atau baku (begitu istilahnya dalam Ejaan Yang Disempurnakan atau EYD, menurut saya lho..)
Pada awalnya, ini saya lakukan untuk melatih saya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD seperti yang telah saya pelajari selama ini di sekolah.
Saat sekolah dulu, saya suka belajar bahasa Indonesia sehingga nilai saya bagus untuk mata pelajaran ini. Saya juga salut kepada Bu Meity, guru Bahasa Indonesia saya di SMPN 2 Bekasi. Cara beliau menjelaskan pelajaran membuat saya makin tertarik untuk mempelajarinya.
Selain itu, alasan lainnya adalah karena saya menganggap blog adalah tempat untuk berbagi cerita dan saya ingin orang yang membacanya bisa mendapatkan manfaat (setidaknya jadi lebih ingat untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar) dan juga terkesan dengan gaya bahasa saya (yang baku dan sesuai EYD itu).
Tapi ternyata, lama kelamaan saya malah merasa tidak nyaman. Tidak bebas gitu lho…
Daripada terpaku terus menerus memperhatikan kaidah bahasa yang dipergunakan dan malah membuat saya menjadi tidak produktif menulis, lebih baik saya santai saja. Nggak ada aturan kok, menulis blog harus dengan bahasa resmi atau bahasa baku sesuai EYD.
Lagipula lebih enak dan bebas rasanya menulis atau bercerita dengan menggunakan bahasa yang dipergunakan sehari-hari. Mau campur aduk dengan bahasa Inggris seperti Cinta Laura, bahasa Sunda seperti Ida Kusuma atau bahasa gaul seperti ABG zaman sekarang, nggak masalah. Yang penting isi hati bisa tercurahkan.
Satu lagi, saya juga nggak yakin ada yang baca blog saya ini. Saya nggak pernah menerima comment dari orang lain sih… Saya juga nggak pernah ngasih comment atau saling share blog ke orang lain.
Jadi, blog saya ini sebenarnya adalah diary tentang isi hati saya. Dulu, zaman SD dan SMP, saya rajin menulis diary tetapi semenjak saya tahu kalau diary saya sering dibaca juga oleh kedua adik saya, saya jadi malas menulis. Abisnya sering diledekin sih…rahasia saya jadi terbongkar semua khususnya tentang cowok gebetan saya. Sebel banget kan….
Makanya di blog ini saya nggak menyebut identitas lengkap saya. Saya juga nggak pernah memberitahukan adik-adik saya tentang alamat blog saya ini. “Rahasia” begitu jawab saya kalau mereka tanya tentang blog saya. Mereka juga punya blog tetapi di Friendster. Saya justru nggak pengen nulis blog di friendster, karena nanti orang-orang yang saya kenal akan mengetahui lebih dalam tentang isi hati saya sesungguhnya.
Itu yang saya nggak mau…
Lanjutan ….
Pengen juga pasang Telkom Speedy atau Fast Net, yang murah-murah aja. Secara, belum punya gaji tetap. Nggak peduli koneksinya bagus atau nggak, yang penting lebih cepat dari Telkomnet Instan dan bisa ngenet sepuasnya walaupun terbatas juga ( sebulan dijatah 1 MB atau 50 jam buat download sepuasnya untuk Telkom Speedy)
Abis tagihan telkom bulan Agustus ini membengkak gara-gara sering internetan. Ughh sebel…jadinya ngenet di rumah sekarang kudu dikurangi pemakaiannya, ke warnet lama-lama juga boros, pake HP nggak enak banget, tulisannya kecil-kecil. Ya sudah deh…
Panggilan kerja for the first time
Saat saya menulis ini, saya sedang menunggu Atta (my sister) yang baru saja menerima panggilan kerja for the first time. Maklum, baru lulus kuliah dari luar kota dan nggak kenal jalan-jalan di Jakarta, makanya minta ditemenin. Mentang-mentang masih fresh graduate, semangat mencari kerja masih tinggi. Melamar pekerjaan ke beberapa perusahaan sekaligus nggak terlalu memperhatikan requirement yang diminta (disebutkan di lowongan kerja bahwa requirement untuk yang sudah berpengalaman satu sampai dua tahun, tetep saja niat ngirim lamaran). Pede bener.. Untungnya sekarang banyak situs di internet yang mengabdikan diri atau khusus menampilkan lowongan kerja, sebut saja www.jobstreet.com, www.jobsdb.com, www.karir.com, dan lain-lain. Biaya pengiriman pos pun bisa dihemat. Walaupun teteup… kita harus hati-hati juga, karena nggak semua perusahaan benar-benar membutuhkan tenaga kerja, banyak juga yang menipu. (Lihat posting saya terdahulu deh).
Nggak tahu keberuntungan atau apa, padaha Atta baru ngirim email lamarannya ke AIG Life, ehhhh langsung ditelepon. Tapi karena kita berdua nggak “ngeh” dan mungkin juga karena lagi asyik cuci mata di mall sepulang dari warnet jadinya tidak menyadari kalau ada telepon masuk. Ternyata, orang dari AIG Life sudah menelpon ke rumah, karena HP Atta sudah di telepon berkali-kali nggak ada respon. Parahnya, orang rumah memberikan nomer telepon saya.. Jadilah HP saya berdering-dering di tengah keramaian mall. Akhirnya Atta disuruh datang ke Wisma 76 Slipi untuk psikotest keesokkan harinya.
Busyet….
Sebagai orang yang baru lulus dan belum berpengalaman dipanggil test maupun interview kerja, tentu saja Atta bingung. Mulai deh, sebagai seorang kakak yang baik, saya memberikan panduan bagaimana kira-kira psikotest itu. Buku-buku mengenai psikotest aku keluarkan juga buku-buku lainnya yang berkenaan. Secara, aku kan masternya (ceile…), sudah sering banget dapat panggilan kerja untuk ikut tes atau interview. Tapi hasil akhirnya yang selalu buntu, aku terus menerus mengalami kegagalan. Semoga saja Atta bisa lolos tes dan mendapatkan pekerjaan pertamanya. Amiennnnnnnnn….
Kamis, 17 Juli 2008
BEKAM … Do You Like It ??
Hehehe…bekam yang ini bukanlah si pemain bola ngetop itu, yang nikah sama Victoria “Posh Spice” dari Spice Girls.
Bekam yang ini adalah salah satu jenis pengobatan alternatif.
Bekam atau hijamah (bahasa lainnya adalah canduk, canthuk, kop, cupping) adalah membersihkan tubuh dari darah yang mengandung toksin dengan penyayatan tipis pada permukaan kulit (disebut juga sebagai cara mengeluarkan darah kotor).
Cara pengobatannya adalah dengan penghisapan darah dengan alat yang menyerupai tabung (biasanya disebut alat kop)dan dikeluarkan melalui permukaan kulit dengan cara diberi sayatan kecil. Hasilnya nanti akan ditampung di tabung tersebut.Sayatan yang diberikan sangat tipis, hanya di lapisan epidermis kulit saja, sehingga tidak sakit.
Pengobatan bekam ini bermanfaat karena merangsang titik-titik syaraf tubuh seperti pengobatan akupuntur, tetapi dalam akupuntur hanya bersifat peransangan sementara terapi bekam selain diransang titik syarafnya juga terjadi pergerakan aliran darah.
Mengapa saya cerita tentang TERAPI BEKAM??
Beberapa hari yang lalu saya mencoba terapi ini, kebetulan ketika itu sedang mengantar Ibu saya yang hendak berobat karena hipertensinya sedang kambuh. Lokasi pengobatan terapi bekam ini tidak jauh dari rumah saya, masih di daerah Bekasi juga. Pada awalnya saya sudah ingatkan kalau saya nggak mau mencoba pengobatan ini, kalau sekedar pijat refleksi masih okelah..
Tapi, setelah pijat refleksi di telapak kaki yang sakitnya ampun-ampunan (karena ternyata banyak juga penyakit dalam tubuh saya ini), saya akhirnya mencoba juga terapi bekam. Selain itu juga pake acara disetrum segala dibeberapa titik seperti akupuntur, tapi bukan ditusuk melainkan disetrum di beberapa titik di tubuh.
Pada awalnya saya hanya ingin mengobati penyakit asma yang ternyata belum kronis, jerawat dan juga ingin melangsingkan tubuh. Heheheeeheee….
Namun saat direfleksi di telapak kaki, ketahuanlah bahwa lambung kiri saya bermasalah, sering terjadi gangguan di perut, suka pegal-pegal dan sebagainya.
Saat di pijat refleksi baik dengan tangan kosong ataupun dengan bantuan alat, jika saya merasa kesakitan, itu tandanya ada masalah dengan bagian tubuh tertentu. Misalnya saya kesakitan banget saat di titik tertentu sang terapis memberi pijatan dengan alat dengan cara ditusuk.Namun di beberapa titik saya tidak merasa sakit, misalnya di titik untuk penyakit asma, saya tidak terlalu merasa sakit, yang artinya asma saya masih belum parah.
Hasil yang saya rasakan setelah serangkaian pengobatan tersebut memang memuaskan. Saya tidak lagi merasakan pegal-pegal saat bangun tidur.Yang kata adik saya, karena kelebihan berat badan, sehingga sering pegal-pegal di kaki (Mungkin ada benarnya juga sihhh, kan kasihan juga kaki ini semakin berat menopang tubuh)
Mungkin juga karena aliran darahnya sudah mulai dilancarkan lagi, yang dulunya mulai tersumbat sudah terkikis sedikit demi sedikit.Kuncinya sih jaga makanan saja, hindari yang kolesterol tinggi, tapi justru itu yang sulit bukan ???
Satu lagi dampak dari terapi bekam adalah adanya bekas/ tanda berbentuk bundaran-bundaran merah kehitaman akibat “dikop”. Jika warnanya semakin hitam, tandanya banyak anginnya..
Ini pula yang membuat saya gagal mengenakan kebaya brokat transparan warna kuning gading, saat ada undangan resepsi pernikahan di hotel Mulia tanggal 12 Juli kemarin.Padahal sudah disiapkan dari jauh hari (sudah dicuci). Pas dicoba, saya senang, karena untungnya masih muat, tapi pas muter-muter di depan kaca, tampaklah bunderan-bunderan merah kehitaman bekas terapi bekam…Hiks hiks hiks ….
Akhirnya pakai kebaya merah bekas punya IBU yang sudah dikecilkan.
Minggu, 29 Juni 2008
Antri di Pekan Raya Jakarta
Rabu, 25 Juni 2008
Mas Hanung, Sang Sutradara Film
Di mimpi itu, mereka sedang jalan berdua ke suatu tempat (di mall). Nggak tahu kenapa banyak orang yang mengejar mereka berdua, trus menuduh mereka sedang pacaran. Mereka, sambil berlari-lari berusaha menghindar, terus saja menolak anggapan itu. Trus yang bikin kaget, mas Hanung menatap saya sambil teriak-teriak (nggak jelas sih ngomong apa), kayaknya sih memberitahu kalau semua yang dituduhkan tidak benar.
Heheeheeheehe…beginilah orang yang kebanyakan nonton infotainment trus nggak ada kerjaan seperti saya ini. Saya 100% yakin banget kalau mimpi saya kali ini sebagai akibat pada sore harinya menonton televisi dan memang berita itu yang ditayangkan di salah satu acara infotainment. Kapok ah nonton TV melulu… nonton infotainment aja bisa kebawa mimpi apalagi nonton film horror ya???
Makanya saya nggak pernah nonton film-film horror yang beredar di bioskop, mending nonton kalau sudah ditayangkan di televisi. (Kan bisa pindah channel kalau ketakutan. Lagian serem bener nonton horror di bioskop, suaranya kan menggelegar. Belum lagi ditambah suasananya yang mendukung (gelap), bisa-bisa terus dibayangi ketakutan bahwa hantunya benar-benar ada di kanan kiri bangku penonton. Hiii….
Tapi saya salut lho dengan mas Hanung, film-filmnya memang bagus. Bukan hanya Ayat-Ayat Cinta yang dipuji disana sini, tapi juga film Jomblo dan Catatan Akhir Sekolah. Filmnya simple aja, menggambarkan keadaan dan tingkah laku mahasiswa maupun siswa SMA beserta masalahnya. Saya suka, ceritanya benar-benar dekat dengan kehidupan sehari-hari dan menghibur.
Selain itu, saya pernah baca di sebuah blog maupun di http://hanungbramantyo.multiply.com/ bahwa mas Hanung hidupnya berubah menjadi lebih baik saat ini berkat film Ayat-Ayat Cinta. Bukan secara materi, tapi lebih ke pribadinya. Mas Hanung jadi lebih mendekatkan diri lagi pada Allah SWT, Sang Illahi. Dalam tulisannya juga diceritakan tentang proses pengerjaan film AAC yang mengalami berbagai kendala. Namun berkat kesabaran dan juga keikhlasan, akhirnya film AAC dapat selesai dibuat dan mendapat banyak pujian dari masyarakat.
Mengutip tulisannya yang tercantum di alamat tersebut di atas pada judul “AYAT-AYAT PRIBADI TENTANG CINTA”
‘Cinta, dan perasaan untuk memiliki adalah dua hal yang berbeda …’ begitu kata Maria. Dialog yang sebetulnya aku tulis untuk penonton, pada kenyataannya justru dibuat untuk diriku sendiri.
Tiba-tiba ditengah situasi itu, aku teringat bagaimana dulu aku SMA dan kuliah. Bagaimana dulu ibu selalu menangis ketika melihat aku nakal: Mabuk, tidak pernah sholat, gonta ganti pacar dan melukai hati perempuan yang sebenarnya harus aku sayangi. Aku juga teringat mantan Isteriku yang aku tinggal untuk mengejar karir, memaksanya untuk mengerti aku tanpa sedikitpun aku mengerti perasaannya. Aku juga teringat anakku selalu bicara lewat telpon : ‘Bapak! pulang ke Malang dong. Bhumi kangen bapak.’ Tidak ada yang bisa aku sebut dari mulutku selain : ‘ Ampuni aku ya Alloh. Engkau maha adil … Engkau tau apa yang terbaik buat hambaMu!’
Tidak bisa aku ungkapkan air mata itu meleleh dan jatuh di lantai saat aku bersujud. Tidak ada harapan apapun kecuali hanya ampunan atas kebodohanku. Ternyata, dosa tidak berada di luar hati. Dosa sedekat cinta kita kepada kekasih kita sendiri. Karena itu penyesalan selalu datang belakangan. Seperti terbangun dari tidur panjang, aku menatap sekeliling dengan gamang. Lalu terbaca sebuah hadist: Anta turiidu wa anna uriid. Wa laa yakunu illa ma uriid. Fa in salamtu li fima turiidu. Arahtuka fiima turiidu. Fa illam tass allim li fii ma turiid. Ut ‘ibuka wa usyqiika fii ma turiid …
… Kamu punya keinginan, Aku juga punya keinginan. Dan tidak berlaku apa yang bukan keinginanKu. Maka jika kamu serahkan apa yang kau inginkan, Aku akan bahagiakan kau mencapai keinginanmu. Tapi jika TIDAK kau serahkan keinginanmu padaKu, Aku akan buat kamu lelah dalam mengejar keinginanmu, hingga yang berlaku apa keinginanKu …
Hadist yang dituliskannya itu benar-benar menyentakkan hati saya. Seperti tersadar, saya pun mengingat kembali semua dosa-dosa saya. Betapa saya tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada saya. Selama ini, segala keinginan saya belum juga dapat terealisasi. Keinginan mendapat pekerjaan yang baik, keinginan segera memperoleh pasangan hidup yang baik, keinginan untuk dapat membahagiakan kedua orang tua, dan masih banyak keinginan saya lainnya. Namun untuk mewujudkan keinginan itu, saya belum menyerahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Sholat saya masih bolong-bolong, dan saat berdoa padaNya pun saya merasa tidak benar-benar sedang berbicara kepadaNya. Banyaknya gangguan membuat saya tidak bisa benar-benar khusuk berdoa, menangis memohon ampunanNya dan meminta dengan penuh kerendahan hati segala keinginan saya secara sungguh-sungguh.
Maafkan hambamu ini Ya Allah…
Terima kasih buat mas Hanung, tulisannya di blog tersebut banyak menginspirasi saya untuk kembali mengenal Allah SWT sebagai Sang Pencipta Alam Semesta dan agama yang saya anut, serta menyadarkan saya untuk lebih meningkatkan ibadah.
“Selamat menunaikan ibadah umroh, Mas!“
Ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya maupun film-filmnya (Ssttt….katanya akan ada film baru bertema religi dengan pemain Aming dan Titi Kamal).
MIMPI….BUNGA TIDUR??
Beginilah kira-kira mimpi saya itu :
Di selasar ruang kuliah di universitas tempat saya menuntut ilmu itu saya bertemu dengan Pak Eddi, bapaknya de’ Tiwi. Saya yang lebih dulu melihat dan menyapanya. Pak Eddi itupun mengatakan sedang mengantar anaknya itu mendaftar kuliah. Lantas, de’ Tiwi pun datang, penampilannya sangat berbeda dengan masa kecil dulu. Dalam mimpi itu saya melihat de’ Tiwi berambut panjang dan lurus, sementara dulu rambutnya pendek keriting “kriwel-kriwel”, penampilannya pun trendy layaknya anak muda zaman sekarang yang sering terlihat di mall-mall. Lalu suasana berganti, setting mendadak di sebuah kamar tempat de’ Tiwi tinggal. Di sana tampak poster-poster musisi idolanya. Katanya dia akan tinggal di rumah tantenya yang memang tinggal di Jakarta. Saya juga ingat, saya menanyakan kabar dua adiknya yaitu de’ Ageng dan de’ Seto yang tentunya sudah besar sekarang.
Apa arti mimpi tersebut ?? Mungkinkah sekedar perasaan kangen karena sudah lama kehilangan kontak dan tidak mengetahui kabar keluarganya lagi. Terakhir setahu saya, mereka tinggal di Surabaya. Lagipula tidak mungkin de’ Tiwi baru masuk kuliah tahun ini, wong umurnya kan sebaya adik saya.
Nggak tahulah…nanti saya cari informasi lagi tentang keberadaan keluarga de’ Tiwi yang saya yakin masih bermukim di Surabaya. Setidaknya saya jadi ingat lagi bahwa saya masih punya teman lama yang sudah tidak diketahui kabarnya. So, saya pasti akan mencari kabarnya melalui teman-teman sekomplek dulu, internet dan lain sebagainya.
Selasa, 24 Juni 2008
Penyakit Bulanan Wanita
Mengapa saya membahas masalah ini ?? Karena saya lagi bete banget…Lagi datang bulan dan nyerinya minta ampun…
Jujur, pada masa awal-awal datang bulan beberapa tahun yang lalu (udah lama kaleee…) gejala PMS belum terasa. Nggak tau kenapa ya setelah usia beranjak 20 an, gejala PMS makin menjadi-jadi. Waktu kuliah dulu, nggak masalah banget ketika mens datang. Palingan cuma takut bocor aja. Makanya saat itu saya heran sama temen saya yang setiap datang bulan selalu minum obat pereda nyeri haid.
Tapi sekarang, hari kedua haid bener-bener deh….sakittttt banget. Perut ini rasanya kontraksi terus. Kayak orang mau melahirkan aja. Maunya tiduran aja, nggak bisa pergi-pergi, makanya ganggu banget nih. Belum lagi sering marah-marah. Awalnya saya nggak ngeh, tapi kok adik saya tuh ngingetin mulu. Katanya saya marah-marah mulu kerjaannya padahal nggak ada sebab musababnya.
Biasanya saya minum Kiranti, ngaruh juga sih memperlancar haid jadi nggak sakit banget saat terjadi kontraksi otot rahimnya. Atau dikasih yang panas-panas (pake botol diisi air hangat) trus ditempel ke perut bagian bawah.
Saya juga pernah baca tentang penyakit endometriosis, tapi saya masih rada takut nih periksa ke dokter kandungan. Hihihi…orang belum nikah kok disuruh ke dokter kandungan. Tapi khawatir juga sih soalnya banyak penyakit aneh-aneh pada wanita seperti kista atau yang paling parah kanker leher rahim. Hiiiii seremmmmmm….
Tante saya tuh salah satu korban keganasan kanker leher rahim dan sayangnya sudah nggak bisa tertolong lagi karena terlambat mengetahuinya. Sedih deh ngebayangin tante saya itu. Katanya kanker ini banyak menimpa wanita yang menikah muda, mungkin ini juga yang dialami tante saya. Ia menikah saat masih muda dan suaminya itu, yang memang nggak bener orangnya, menikah lagi tanpa sepengetahuan tante saya itu.
Susah ya jadi wanita, tiap bulan harus merasakan sakitnya saat datang bulan. Pengen deh absen dari yang namanya haid itu… Hihiihiii…tapi nggak mungkin ya…saya kan belum married. Kalau sudah nikah kan asyik juga bisa nggak mengalami yang namanya haid selama sembilan bulan masa kehamilan…
Ehhh tapi saat melahirkan sakitnya kayak apa ya ??? Lebih sakit lagi?? Oh nooooo… nasibmu wanita
Bye...bye...EURO 2008
Nggak tau deh sekarang..nggak ada lagi yg dijagoin...semua dah pada kalah...Sekarang dukung Rusia atau Turki aja deh...Biar tim-tim baru yang menang deh...Spanyol/Jerman bukan masalah..Gantian dong juaranya...
Dah ahhh...bye-bye EURO 2008
Selasa, 10 Juni 2008
Netherland vs Italy (3-0) … C’mon Italy, You can do it better !!!
Menurut saya nih, kehilangan Cannavaro berpengaruh besar terhadap permainan Italia. Pertahanannya benar-benar goyah, belum ada yang bisa menggantikan peran Maldini, Nesta ataupun Cannavaro. Matterazi juga kayaknya nih mengalami cedera ringan kemarin. Moga-moga nggak parah ya…(Kemarin cuma dikompres es saja kok)
Grosso?? Yah, pemain satu ini mudah-mudahan bisa menjadi pengganti Inzaghi dalam hal keberuntugan. Walaupun main sebagai bek, Grosso yang selalu jadi cadangan ini, sesekali mendapat peluang bagus mencetak gol. Dalam Piala Dunia 2006 lalu contohnya, golnya membantu Italia melaju ke babak selanjutnya. Kemarin pun Grosso mempunyai peluang bagus, sayang belum bisa membuahkan gol. Mudah-mudahan dewi fortuna terus menaungi Grosso sama halnya dengan Inzaghi yang selalu mendapat keberuntungan mencetak gol di saat-saat genting.
Untuk pemain depan, Italia memang masih lemah. Walaupun ada Luca Toni yang sering mencetak gol bagi klubnya, di Euro ini Luca Toni belum bisa bicara banyak, begitu pula Del Piero. Pemain senior ini dipanggil pelatih Donadoni dengan harapan bisa membagi pengalamannya bermain di tingkat dunia kepada para pemain muda, masih belum juga mendapat kesempatan mencetak gol.
Ya, mungkin dalam menghadapi Rumania maupun Perancis nantinya Italia bisa lebih baik dan bisa menjadi wakil dari grup C menuju babak selanjutnya....Doain ya….
Sedikit bercerita nih…
Sejak tahun 2000, baik di laga Piala Dunia ataupun Piala Eropa, saya selalu mendukung tim Italia. Kata orang-orang, di Italia banyak pemain sepakbola yang cakep. Memang sih…tapi bukan itu saja alasan kalau banyak dari kami (kaum hawa) mendukung tim Italia. Kalau alasan saya sih simple aja, karena saya memang lebih sering nonton/memperhatikan Liga Italia dibanding Liga Inggris atau Liga lainnya. Jadi memang karena lebih mengenal para pemainnya. Tapi sekarang, saya juga sudah lebih memperhatikan liga sepakbola lainnya, khususnya Liga Inggris. Sayang ya..Inggris nggak bisa main di Euro kali ini.
Waktu Euro 2000 lalu, saya bisa melihat kehebatan Italia yang mengandalkan cattenacio-nya berhasil membungkam Belanda. Hasil akhir pun ditentukan oleh babak pinalti setelah dua kali perpanjangan waktu, skor masih 0-0. Saat itu Italia benar-benar total main bertahan, sesekali saja menyerang ke gawang lawan. Setiap pemain Belanda yang memegang bola selalu dijaga satu-satu. Susah rasanya melihat para pemain Belanda melewati bek-bek sekelas Maldini, Cannavaro maupun Nesta. Banyak orang yang bilang permainannya membosankan, tapi kalau saya sih seneng-seneng aja melihat pemain Italia yang memang macho and ganteng-ganteng, apalagi dengan kaos biru ketatnya itu...Hmm…hmmmm
Menonton pertandingan sepakbola kelas dunia memang menyenangkan. Banyak permainan yang menyuguhkan permainan kelas tinggi. Gocekan bola Ronaldinho saat Piala Dunia lalu misalnya…Wuihhh…hebatnya…seakan menari Samba. Ataupun umpan-umpan akurat David Beckham or Andrea Pirlo yang terkadang membantu dalam terciptanya gol…kayaknya jarang ditemui saat menonton pertandingan sepakbola dalam negeri. Hi hi hii hhii…..(bukannya ngejek, tapi memang benar kan ?)
Saya jadi tahu bagaimana gaya permainan sepakbola sebuah tim, cattenacio khas Italia maupun indahnya permainan bola khas Brazil di Piala Dunia. Dulunya mah saya benar-benar buta dengan permainan kaum adam ini, taunya hanya kalau sudah GOLLLLL…. Makanya dulu senang banget kalau terjadi pinalti untuk menentukan pemenang pertandingan. Sekarang sih sudah bisa menikmati alunan permainan yang disuguhkan.
Untuk Euro 2008 ini, selain mendukung Italia untuk jadi juara (berharap banget nih, mereka bisa lolos dari grup neraka), saya juga mendukung Portugal yang katanya jadi kuda hitam di Euro sekarang (faktor adanya Christiano Ronaldo kali ya ??)
Yang penting nih…sebulan ini, hidup kita para pecandu bola maupun masyarakat umum akan lebih berwarna dengan hadirnya siaran langsung Euro 2008 di RCTI, TPI maupun Global TV. Lupakan dulu masalah yang muncul akibat kenaikan harga BBM… Rasakan euphoria ini… Mari beramai-ramai menonton Euro 2008 bersama teman, saudara, orang terdekat maupun orang banyak lainnya… Seru lho
Selasa, 03 Juni 2008
WIRAUSAHA ??? ….siapa takut …
Ingat nggak, saat krisis moneter melanda negeri ini kurang lebih sepuluh tahun lalu ?? Yang mampu bertahan adalah para pengusaha kecil. Ya, usaha kecil dan menengah inilah yang sanggup bertahan melawan gejolak ekonomi yang muncul. Disaat itu, perusahaan-perusahaan besar mulai collapse akibat hutang yang semakin membengkak sebagai dampak melonjaknya mata uang dollar terhadap rupiah. Banyak perusahaan yang bangkrut dan akhirnya gulung tikar. Pemerintah pun pada akhirnya memaksa bank-bank yang tidak sehat untuk dilikuidasi.
Itulah kondisi perekonomian kita sepuluh tahun lalu yang mungkin saja masih sama atau tidak beda jauh dengan kondisi sekarang. Memang dikatakan bahwa perekonomian kita mengalami kenaikan beberapa persen dibanding tahun sebelumnya dan memang dikatakan bahwa ada pertumbuhan ekonomi di negara kita, tetapi bila dilihat dari tingkat kemiskinan yang masih juga tinggi, bagaimana bisa dikatakan begitu??? Secara nyata saja kita masih disuguhkan pemandangan orang miskin dan berbagai permasalahannya setiap hari di media.
Back to the topic…
Sudah lama juga sebenarnya saya ingin membuka usaha, tapi terbentur masalah modal. Hal yang klise memang, tapi bagi saya justru penting. Belum lagi memikirkan jenis usaha apa yang cocok dan sekiranya dapat menguntungkan. Namun semakin bertambahnya umur dan semakin seringnya mengalami penolakan dalam hal mencari pekerjaan semakin memantapkan saya untuk berwirausaha. Terlebih adik saya, Atta, yang sedang nunggu sidang skripsi tiba-tiba sms, nanya : “Gimana kalau kita bikin usaha aja?”.
Daripada pusing-pusing mikirin pekerjaan yang semakin hari semakin sulit diraih. Apalagi Atta, yang memang memiliki bakat menggambar/mendesain pakaian, dari dulu bercita-cita membuka sebuah butik yang segalanya dibuat sendiri. Maksudnya, konsepnya “Atta banget”, jadi semua interior toko dia yang buat. Dalam angannya, butiknya itu adalah tempat “one stop shopping”. Selain tempat berjualan baju dan pernak-pernik yang khas, juga ada café kecilnya bahkan kalau bisa toko buku juga ada (keduanya ini sih saya yang pengen…hihihi…secara…saya doyan masak and baca buku…jadinya asyik kali ya??). Trus kalau ada yang butuh layanan stylish, bisa juga tuh si Atta matching-matchingin baju.
Yah tapi itu buat nanti, kalau duit udah terkumpul banyak… baru bisa deh diwujudkan. Untuk sekarang ini sih lagi pengen bikin usaha yang gak butuh modal gede tapi banyak yang nyari. Pengennya sih biar ngirit, mo buka toko online dulu. Diliat-liat, jaman sekarang banyak banget nih yang mulai jualan di internet, produk yang dijual juga beragam. Dulu sih ibu saya pernah jualan kain atau baju-baju yang ngambil dari tante saya yang ada di Tegal. Batik-batik khas Pekalongan, daster, kain buat baju kebaya sampai selimut juga pernah.
Masalahnya, batik lagi booming nih….sebenarnya sih kesempatan dan peluang yang baik, tapi ya itu tadi, modal dan pemasok barangnya yang nggak ada. Pemasok langganan tante saya itu katanya sih sudah pindah tempat. Masih bisa diusahain sih kalau niat…Tapi berhubung saingannya sudah banyak, kita masih mikir-mikir lagi nih…mau buka usaha apaan…Enaknya sih yang sesuai hobby juga, jadinya kita asyik menjalankan roda usaha itu (ceile…ban mobil kaleee…)
Yah nunggu dulu deh sampai Atta selesai sidang and balik ke rumah… Saya juga masih melamar-lamar kerja. Nyari duit buat modal dulu deh….
Hope someday… kita bisa mewujudkan impian bikin usaha bareng. Usaha keluarga yang bisa membantu meningkatkan taraf kehidupan kami nantinya…Yang bisa buat ortu kita bangga…Aminnnnnn………..
Minggu, 01 Juni 2008
Minggu Yang Buruk...Gara-gara Berat Badan yg naik
BTW...
Nggak tau kenapa kalo kesel and pengen marah aku jadi suka banting sesuatu. Puas gitu rasanya...Balsem yg dah kosong aja kemaren aku banting ampe pecah, belum lagi pas di kamar, mouse komputer jadi sasaran...Adikku aja ampe ikutan marah2 jadinya...Kerjaan dia belum beres, mouse jadi rusak, terpaksa deh sekarang nih aku mo nyari mouse baru...Lumayan jg jadi jalan-jalan...mousenya dah lama juga...lebih dari 4 tahunan deh...Ganti yg baru aja apalagi sekarang modelnya aneh2.
Perasaan lega setelah membanting sesuatu itu lumayan bisa meredakan amarah lo...AKu sihhh tipe orang yg nggak bisa marah-marah..lebih suka diem, masuk kamar and ngunci diri. Gitu deh kalo lagi berantem ama orang rumah..Tapi ya cuma sehari doank...Tadi aja dah baikan lagi...Ama orang rumah mana bisa sih marah lama-lama...
Minggu, 25 Mei 2008
Kenaikan BBM…Bagaikan makan buah simalakama
Pemerintahan SBY ibarat memakan buah simalakama, ingin membantu rakyat, namun disisi lain harga minyak dunia yang semakin melambung tinggi menyebabkan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) menjadi tidak seimbang. Harga minyak dunia yang melambung tinggi betul-betul diluar dugaan pemerintah saat membuat RAPBN 2008. Pos pengeluaran yang semakin membesar ini tidak mampu ditutupi dari anggaran pemasukan lainnya. Akhirnya setelah berembuk cukup lama dan memikirkan dengan masak-masak, SBY pun berpidato dihadapan publik memberitahukan rencana kenaikan BBM ini. Selain itu juga diputuskan bahwa pemerintah akan membantu rakyat miskin dengan cara memberi kompensasi berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Tentunya keputusan ini disambut penolakan oleh rakyat. Semenjak diumumkan di muka publik tentang rencana kenaikan BBM, demonstrasi semakin tumbuh subur. Tidak hanya di ibukota negara tetapi hingga mencapai daerah-daerah terpencil di Indonesia. Yang berdemo bukan lagi para mahasiswa atau kalangan akademis saja, melainkan juga dari kalangan ibu rumah tangga.
Ibu rumah tangga inilah yang nantinya ikut pusing dan tentunya harus putar otak memikirkan keadaan keuangan rumah tangganya nanti jika pemerintah benar-benar menaikkan harga BBM.
Bagaimana tidak? Kenaikan BBM ini tentunya akan mengakibatkan inflasi di segala bidang, terutama pada harga kebutuhan pokok sehari-hari. Sebelum harga BBM benar-benar dinaikkan saja, harga-harga bahan makanan pokok di pasar tradisional sudah ada yang mulai naik walaupun masih sedikit persentasenya. Belum lagi biaya transportasi umum yang tentunya akan mengalami kenaikan juga. Semakin berat saja nasib rakyat Indonesia.
BLT sebesar Rp 100.000,00 /bulan dirasakan belum cukup untuk membantu mengurangi penderitaan ekonomi rakyat miskin. Cukup apa coba, uang sebesar itu di zaman sekarang, apalagi untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup selama satu bulan. Pemberian BLT ini juga menimbulkan persoalan tersendiri, banyak pro kontra yang muncul. Salah satunya adalah wacana yang mengatakan bahwa pemberian BLT diindikasikan akan memberi peluang terjadinya penyimpangan-penyimpangan. Belum lagi wacana yang mengatakan pemberian BLT hanya akan menumbuhkan mental pengemis dan tidak mandiri (bergantung dan berharap belas kasih pada orang lain) pada diri rakyat miskin.
Bagi keluarga yang pas-pasan, misalnya saja pegawai swasta atau PNS biasa, kenaikan BBM akan semakin menyengsarakan mereka. Mereka ini tidak termasuk golongan rakyat miskin menurut kriteria pemerintah, namun gaji yang diterima perbulannya tidak bertambah, sebaliknya pengeluarannya yang semakin membesar. Mau tidak mau mereka harus bertahan hidup dengan caranya masing-masing, mulai dari berhemat sampai mengandalkan pinjaman dari pihak lain.
Keluarga saya sendiri termasuk jenis rakyat golongan menengah (yang condong ke arah bawah, bukan menengah ke atas…tau kan bedanya??).
Selain berhemat dan mulai mengurangi pengeluaran yang dianggap tidak penting-penting banget, saat belanja kebutuhan pokok (belanja bulanan), sekarang kami lebih benar-benar memperhatikan lokasinya. Apakah ada diskon atau tidak di tempat belanja tersebut ??? Bahkan kami pun memilih-milih produk yang dirasa lebih murah namun tetap berkualitas bagus. Hihihii….
Nonton bareng “ Michou d’ Auber ”… Thanks Reader’s Digest Indonesia
Kebetulan pas lagi asyik-asyiknya berselancar di dunia maya sekalian ngecek email di milis citacinta, ada yang ngasih tau kalo Reader’s Digest mo bagi-bagi tiket nonton Sinema Perancis. Syaratnya cuma mesti jawab soal, tapi soalnya nggak sulit sih seputar filmnya aja. Wong udah dikasih resensi filmnya terlebih dahulu…Tinggal ngirim pake email doank… nggak ribet kan???
Makanya nggak terlalu berharap juga..
Akhirnya setelah sebelumnya harus mengambil tiket di kantor RDI, pada hari Minggu (20 April 2008) paginya saya bersama adik saya pergi ke bioskop 21 di Pondok Indah Mall 1. Karena jarang banget pergi kesana, apalagi terakhir kesana sudah lama banget, jadilah kita berdua berputar-putar dulu mencari lokasi bioskop 21nya. Untung belum telat, meskipun peserta lainnya sudah duduk rapi menempati posisinya masing-masing.
Seperti biasa, sebelum film diputar ada beberapa kuis dan pengumuman best dress sesuai dress code yang diberikan yaitu : A touch of French. Yah…karena agak telat, penampilan kami mungkin nggak termasuk hitungan oleh jurinya. Padahal adik saya sudah menyelempangkan scrafnya yang bergambar menara eiffel dan bertuliskan Paris.
Namun semua yang datang diberi minuman botol, majalah RDI edisi sebelumnya juga booklet buku tentang film-film yang akan diputar di Sinema Perancis kali ini. Lumayanlah… apalagi filmnya memang bagus, lucu dan benar-benar berbeda dari jenis film Hollywood ataupun film Indonesia pada masa kini.
Mengenai film perancis yang diputar, judulnya : Michou d’ Auber. Film bergenre drama komedi ini berdurasi 124 menit dan dibuat oleh Thomas Gilou pada tahun 2007. Film ini dibintangi oleh Gèrard Depardieu, Nathalie Baye, Mathieu Amalric dan Samy Seghir.
Resensi cerita berdasarkan booklet buku Sinema Perancis 2008 :
Aubervilliers, 1960. Messaou, 9 tahun, karena ibunya sakit, bapaknya terpaksa menitipkannya pada keluarga Gisèle. Dalam keseluruhan keadaan di Algeria. Gisèle memutuskan untuk menyembunyikan identitas Messaoud baik itu pada lingkungan desanya maupun dengan suaminya George, mantan tentara. Messaoud diubah namanya menjadi Michou. Dengan kasih sayang keduanya Messaoud dibawa untuk mengenal kehidupan di Perancis. Tapi pada akhirnya kebohongan tak bisa ditutupi dan pada akhirnya membahayakan hubungan keduanya.
Selasa, 06 Mei 2008
Naked Traveler...bener-bener nekad
Salut buat Trinity yang sudah menceritakan pengalamannya dan menyebutkan tempat-tempat yang tidak terpikirkan untuk dikunjungi saat berwisata. Baca buku ini membuat saya bisa membayangkan benar2 berkunjung dan ikut serta bersama Trinity jalan-jalan....Andai saja saya mampu....(bukan hanya urusan duit, tapi juga keberanian) pengen banget jalan-jalan seperti itu.
Selama ini kalau liburan masih nebeng ortu atau bareng temen/saudara. Itupun ke daerah yang biasa dijadikan obyek wisata...
Someday... aku pasti bisa jalan ke tempat2 yang disebut Trinity...Ijinkan saya ya...Wahai Pencipta Alam Semesta...Jangan ambil nyawa saya dulu...Heheheehe....Amin.
Senin, 05 Mei 2008
End of the novel "OUT"
Ceritanya cukup menarik, karena menyangkut pembunuhan seorang suami yang dilakukan oleh istrinya sendiri. Dan yang menariknya, sang istri yang bingung akhirnya menghubungi temannya. Teman-temannya ini akhirnya bersedia membantu memotong-motong mayat sang korban. Kemudian bergulirlah cerita dan ada kaitannya dengan seorang yakuza alias mafia di Jepang. Polisi mengira korban dibunuh oleh seorang pemilik klub bakarat yang memang sebelumnya memukuli korban sebelum pulang ke rumah. Jadilah masalah bertambah banyak.
Serem bener....pantas saja novel ini dikategorikan novel dewasa.
Kebetulan sekali pas baca novel ini ternyata peristiwa yang sesungguhnya atau nyata terjadi di Indonesia yakni ditemukan mayat seorang perempuan dengan kondisi terpotong-potong bagian tubuhnya dan ditemukan di daerah Bekasi. (masih deket rumah booo....). Korban ternyata bernama Eka asal Brebes, Jawa Tengah.
Analisa seorang kriminolog Indonesia via TV mengatakan bahwa kemungkinan pembunuhan yang berani melakukan pemotongan bagian tubuh pada korbannya biasanya terjadi kalau :
- Pelaku wanita
Pembunuhan terjadi karena tidak sengaja. Mungkin saja disebabkan rasa cemburu yg berlebihan. Niatnya bukan untuk membunuh. Dan karena bingung bagaimana membawa mayat yang berat dan susah untuk diangkut sendiri, akhirnya dipotong-potonglah bagian tubuh mayat supaya mudah dibawa. Alasan lainnya mengapa seorang wanita begitu mudah melakukan potong memotong ini ya karena sudah biasa memotong daging di dapur, dan sudah terbiasa melihat darah. Jadi nggak takut gitu....Mungkin lho ya
- Pelaku laki-laki
Pembunuhan terjadi karena motif dendam. Sudah terencana dengan baik. Pemotongan dilakukan untuk menghilangkan jejak, bukan karena susah dibawa-bawa.
Yah begitu dehhhh...mungkin saja sang pelaku pembunuhan Eka pernah membaca dan terinspirasi oleh Novel OUT ini. Karena memang ada salah satu potongan tubuh yang dibuang di taman. Sama kan seperti kejadian Eka, salah satu kakinya ditemukan di taman dekat terminal Bekasi.
Yang penting novel ini cukup memberi wawasan, walaupun saya membacanya juga diselingi dengan membaca novel-novel lainnya.
Kamis, 01 Mei 2008
Konser Tapal Batas
Dari awal saya memang mau nonton sebentar karena artis yang datang adalah penyanyi dan band-band papan atas. Saya mengira konser akan dimulai sore hari, jadi saya mau menontonnya, namun ternyata baru mulai pukul 21.30 WIB. Itu juga setelah saya lihat promo di RCTI, di spanduk tidak tertera jam berapa mereka akan tampil. Jadi agak ragu juga mau pergi atau nggak.
Pada akhirnya saya nonton bersama adik saya Pei dan ayah saya. Yuppp ayah saya yang bersemangat sekali ingin melihat penampilan Mulan Jameela. Sementara ibu saya , ketika diajak langsung menolak begitu tahu ada Mulan. Hehehehe masih sentimen nih akibat keseringan nonton infotainment tentang hubungan cinta segitiga Ahmad Dhani-Maia-Mulan.
Kebetulan lokasi pusat perbelanjaan itu dekat sekali dari rumah saya (nggak sampai 5 menit sudah nyampe), malah kami tahu sejak panggung acara mulai dibangun beberapa hari sebelumnya saat kami belanja kebutuhan sehari-hari di sana. Pukul 21.00 WIB ayah sudah mengajak pergi, ibu melarang membawa mobil takut ada kerusuhan, tapi teteup kita naik mobil dan parkir di atas gedung. Awalnya Pei nggak mau ikut karena capek besoknya mesti kerja, apalagi esok harinya 31 Maret adalah hari ulang tahunnya yang ke 24. Tapi setelah saya bujuk-bujuk dan rayu-rayu akhirnya luluh juga dan mau ikut.
Sesampai di sana acara belum dimulai, tapi orang-orang sudah penuh. Posisi depan panggung penuh anak-anak muda. Kami hanya melihat dari kejauhan, untung ada tiga buah layar besar. Sementara Bapak Walikota dan Wakil Walikota enak-enakan duduk di kursi yang telah disediakan beratapkan tenda.
Penampilan dibuka dengan lagu “Wonder Woman”nya Mulan Jameela. Pakaian Mulan berupa atasan terusan pendek dipadu bolero berwarna pink itu terlihat sporty, kayak orang mau senam aerobic, sementara rok yang dipakainya pendek menonjolkan ke-sexy-annya …
Selanjutnya muncul Dewi-Dewi, The Rock, Ari Lasso, Letto, Judika dan Uut Permatasari. Ahmad Dhani bahkan duet bareng Ari Lasso menyanyikan lagu “Rahasia Perempuan”. Presenternya Choki Sitohang, VJ Chatty Sharon dan Doni Kusuma sebagai warga Bekasi.
Penampilan mereka sama saja seperti di TV, lagu-lagu yang dibawakan juga sama, yang lagi hits dan digandrungi masyarakat saat ini. Saya cuma pengen aja nonton konsernya, lebih berasa soundsystemnya and suaranya jadi gede banget. Norak ya??? Jarang nonton konser sih, yang berkesan dulu pernah nonton Hanson di Citos.
But, saya salut sama cewek-cewek personil The Rock Indonesia. Ngerock abis…penampilan juga permainannya.
Penonton kebanyakan kaum muda dan laki-laki, khususnya penonton yang langsung berdiri di depan panggung. Namun di belakang dekat kami berdiri banyak keluarga yang membawa anak kecil juga. Ada ibu-ibu sama anaknya dan juga segerombolan gadis. Habis belanja sekalian nonton, begitu barangkali. Kami memang mencari aman, jadi nggak berani menerobos ke depan. Yang banyak sih tetep kawula muda, anak punk rock semacam Slankers dan anggota OI (penggemar Iwan Fals). Seperti yang sering ada di konser musik gratisan di kota-kota lain. Untung nggak terjadi kerusuhan, walaupun tetep ada yang mabuk dan menari-nari nggak jelas. Personil polisi banyak diturunkan dan menyebar di sekitar penonton.
Di sela-sela acara, diterbangkan pula lampion-lampion bercahaya dari kertas ke angkasa. Dan di penghujung acara diluncurkan banyak kembang api ke udara. Menandakan waktu hampir berlalu sekaligus menyambut hari baru. Adik saya Pei tuh berasa banget, menyambut hari ulang tahunnya dirayakan, nggak pakai lilin tapi langsung puluhann kembang api yang menari-nari dan menggelegar di udara.
Btw, ternyata gelegar suara kembang api sampai juga ke rumah saya lho, ibu saya keluar dan berdiri di depan pagar menghadap kanan ke arah Giant dan memang kelihatan kembang apinya. Ternyata Ibu saya nonton juga di TV sambil mencari-cari, kali aja anaknya nongol di RCTI.
Pulangnya yang melelahkan, kami harus naik menuju parkiran di atas gedung. Karena gedung pusat perbelanjaannya sudah tutup jadi tidak bisa naik lift ataupun eskalator, terpaksa kami menyusuri jalan tempat keluarnya mobil-mobil dari arah parkiran atas. Untung saja mobil kami parkir di lantai dua, jadi nggak terlalu jauh berjalan mendakinya. Rupanya banyak juga yang seperti kami, mobilnya parkir di atas gedung.
Demi nonton Mulan nihhh…demi dengar suara “Aow aow aow …. Ah ah ah”
Hahahaaha………
Rabu, 09 April 2008
Baca, baca, baca … OUT !!
Contohnya saja : aqua gelas satu dus, piring, pemanas air listrik (ternyata di penginapan juga disediakan dispenser Aqua gallon), cobek (yup, ibu saya niat banget bikin sambal) dan tentunya bahan-bahan makanan lain terutama bahan sambal dan lalapan, belum lagi ditambah tas kita masing-masing.
Waduh… menjejakkan kaki di lantai mobil sepanjang perjalanan saja menjadi suatu hal yang mewah.
Ini nih gara-gara pengen makan bareng-bareng keluarga besar dengan menu andalan masing-masing. Ibu saya saja mau repot-repot masak balado terong sama lele goreng plus rempeyek. Tante saya juga bawa makanan lainnya, rendang, botok, dll, termasuk bawa magic jar sendiri buat masak nasi..
Repot banget ya ??
Kalo mau gampang sih tinggal beli, sama saja, di Puncak juga banyak warung makan atau restoran. Cuma taste or rasanya yang patut dipertanyakan… dan lebih irit katanya (masa sih??? capeknya nggak dihitung)
“Kan enak, makan sambil ngumpul dan ngobrol ngalor ngidul… ”, katanya.
Back to the novel,
Memang dasar nggak mood, dibawa juga percuma saja, dibacanya cuma beberapa halaman saja. Sampai kapan tamatnya ???
Our Family : Big Butt and Same Face
Pada liburan kemarin sempat dibahas kembali oleh sepupu-sepupu saya, kesamaan bahwa keturunan perempuan dari Eyang Putri memiliki betis dan bokong yang besar. Memang benar juga sih, bokong alias pantat atau “bemper” kami, cucu-cucu perempuan Eyang Putri, memang lebih dari rata-rata. Mulai dari Eyang Putri, anak-anak perempuannya sampai cucu-cucunya, baik yang sudah menikah ataupun belum, memiliki bokong yang besar. Heran juga, kok bisa begitu ya ?? Padahal seperti adik saya Atta maupun sepupu saya Desi, badannya kurus tetapi besar di belakang alias gede bujur….ups sorry… Ibu saya yang orang Sunda sering bilang gitu…. nggak sopan ya??
Kakaknya Desi saja, dari kecil kurus banget tetapi setelah menikah dan punya dua orang anak jadi gendut juga. Alhasil bokongnya ikut membesar.
Tetapi ternyata nggak semuanya juga sih, ada juga sepupu saya yang rajin fitness jadi bokongnya tidak besar alias tepos, mungkin juga gen ibunya yang notobene anaknya Eyang Putri kalah sama gen ayahnya.
Atau karena faktor kebiasaan olahraga juga ya ??…Saya sih paling males disuruh olahraga, makanya badan melar begini. Olahraga, saya kurang suka… palingan aerobic tapi kalau nge-dance paling seneng, apalagi kalau lagunya asyik.. Bergaya jadi Britney atau Beyonce, dancenya juga nggak pake ilmu koreografer, jadi ngasal aja. Alhasil kadang-kadang badan malah jadi pegel-pegel.
Yuk lanjut…
Selain bokong besar, ada juga cucu-cucu maupun cicit yang memiliki kesamaan bentuk wajah.
Contohnya sepupu saya Dya, mirip dengan sepupu saya lainnya yaitu Mbak Wulandari, kakaknya Desi. Padahal tante saya itu (mamanya Dya) saat hamil nun jauh disana…di negerinya Paolo Maldini. Tante saya menikah dengan orang Jawa yang kerja disana, dan mungkin saat hamil teringat Mbak Wulandari yang dari kecil memang tinggal bersama Eyang Putri (secara, keluarganya memang tinggal sama Eyang). Nggak tahu juga sihhh…memang tante Rini (mamanya Mbak Wulandari) dan Tante Ida (mamanya Dya) juga mirip… ya karena saudara sekandung (anak ke 5 dan ke 8), tapi kan kalau antar cucu hubungannya sudah jauh dan sudah tercampur gen-gen ayahnya masing-masing. Tapi kok ya mirip sekali, kayak kakak adik kandung saja.
Contoh lain :
Keponakan saya (anaknya sepupu saya, Novi) yang masih 3 tahun, mukanya tuh agak-agak mirip saya waktu kecil (saya liat foto-foto kecil saya memang mirip), rambutnya yang ikal keriwil2 juga sama, cuma Angelica lebih montok n gendut.
Ada lagi, adik saya Pei mirip dengan keponakan saya juga yang berusia 2.5 tahun, rambutnya juga keriting bedanya adik saya kecilnya gendut sementara ponakan saya ini kurus, susah makannya sih…
Masih ada beberapa lagi yang memiliki kesamaan wajah. Kalau sifat, memang ada yang sama ada yang berbeda juga. Misalnya Om ini sifatnya sama dengan Ayah, tante ini sama sifatnya kayak Om ini.. Begitulah….
Memang semuanya adalah rahasia Allah SWT yang telah menciptakan seluruh umat manusia di dunia ini.
* Di foto ini, saya (berbaju biru) dan mama saya (baju ungu) sedang ‘nungging’ mengawasi keponakan saya yang sedang berenang…
Really big butt ,right??? Padahal mama saya keluarganya turunan kecil-kecil badannya, cuma sejak melahirkan saja jadi melar...
Selasa, 08 April 2008
PERMAINAN TRADISIONAL MASA KECIL :
Permainan tradisional biasanya hampir sama di tiap daerah, hanya nama saja yang berbeda. Sebut saja permainan benteng, ada yang bilang “bentengan”; kelar (dulu di Palu disebut begitu) disini disebut main Kelahar atau Gobak Sodor ya ???? Nggak tahu dehhh. Gobak sodor kayak gimana ya?? saya bener-bener nggak tahu…Tapi kayaknya bener sih, gobak sodor=kelar…..anak sekarang sudah jarang main ini sih, jadi nggak pernah liat mainan kayak gitu lagi…
Sekarang lebih banyak main atau berolahraga ya??? Dari dulu memang main bola bagi anak lelaki wajib hukumnya. Sepakbola, nggak ada lapangan asal ada ruang kosong sedikit yang ada di sekitar rumah, jadi deh tempat main. Kalau anak perempuan jaman dulu paling sering main karet, congklak, masak-masakan atau main pasar-pasaran. Ada juga yang main baju-baju atau nggak main boneka, ngobrol sama bonekanya, pura-pura boneka adalah anaknya….tapi jujur saya bukan tipe yang kayak gitu. Lebih enak main karet, masak-masakan atau pasar-pasaran deh…
Eh jadi inget, saya dan teman-teman pernah nyolong pisang lho dari komplek sebelah. Ada tanah lapang di komplek sebelah, di belakang kantor pajak, yang ditanami pohon pisang dan sayur singkong, karena nggak ada yang jaga dan kirain nggak ada pemiliknya…iseng dehhh…liat pisang setandan sudah mulai menguning siapa yang nggak ngiler…….Akhirnya digoreng deh…bukan pake kompor emak ya…. tapi pakai kayu donk…kayak lagi kemping pramuka… Asyik kan …
Apalagi kalau kita lagi jalan-jalan…bukan ke mall…jalan seputaran komplek saja paling ke komplek sebelah (main sama anak disana), menjelajahi daerah-daerah sekitar yang jarang dilewati sampai ke hutan (nggak hutan banget kali…cuma memang masih berupa jalan setapak, banyak pohon kelapa dan rimbunan semak-semak). Takut tersesat juga sih, kalau masih baru dan belum hafal daerah situ…But it’s OK…Tenang aja…kami nggak terlalu takut karena ada beberapa rumah juga disana. Jadi kemungkinan ketemu orang masih ada…bukan binatang buas. Tapi ya itu, kita juga dilarang sering-sering kesana, takut ada oranng jahat. Tapi disitu ada tukang kelapa, biasanya kalau ibu butuh kelapa agak banyak pasti nyuruh pembantu beli kelapa disana, dijamin lebih murah dari pasar …Ada juga usaha tanah liat atau usaha batu bata.
Pokoknya masa kecil di daerah memang mengasyikkan…bisa tiap minggu berenang ke laut. Jaraknya nggak jauh dan tidak macet pastinya.
Beda banget kalau liat keponakan atau sepupu yang masih kecil saat ini yang ada di kota besar. Kasihan juga, nggak punya pengalaman seru seperti kita. Mereka tahunya main PS, main boneka Barbie, Naruto dan permainan sejenis lainnya. Permainan itu terkesan individualistic.
Tapi banyak juga permainan menarik yang mulai dimunculkan saat ini untuk merangsang kreatifitas mereka dan melatih keberanian sekaligus melatih kerjasama antar teman. Tapi ya itu…butuh uang yang besar kalau mau ikut kegiatan outbond seperti itu. Atau wahana permainan baru yang ada di Pacifik Place Mall. Disitu anak-anak bisa berperan sesuai apa yang ia mau seperti pengen jadi dokter, pilot, pemadam kebakaran, kasir toko, pemain teater dan lain sebagainya. Mengasyikkan bagi anak-anak tentunya, tapi memboroskan bagi para orangtua karena mahal banget tiket masuknya. Bagi anak yang kurang mampu, main bola rasanya nggak pernah basi dan bagi anak perempuan, membantu ibu masak di dapur juga bisa dijadikan mainan tersendiri.
BETA MISKIN
Permainan Beta Miskin ini mungkin ada juga di daerah lain, dengan nama berbeda tentunya. Saya sendiri lupa namanya apa, tetapi lebih sering dikatakan “Permainan Beta Miskin”. Permainan ini lebih sering dimainkan oleh anak perempuan.
Cara mainnya :
Bagi dua kelompok : miskin dan kaya (bukan dilihat hartanya lho, tapi banyaknya anak/anggota yang dimiliki),lalu berjejer sesuai kelompok masing-masing dan saling berhadapan. Selanjutnya sambil bernyanyi, kelompok kaya akan mengambil satu per satu anggota kelompok miskin sampai tersisa satu orang. Satu orang dari kelompok miskin ini nantinya harus merebut anggotanya kembali dengan cara kejar-kejaran. Sebaliknya pemimpin kelompok kaya harus melindungi anak/anggota nya. Anak/anggotanya akan berbaris di belakang pemimpin kelompok kaya. Sambil merentangkan tangan, pemimpin kelompok kaya akan melindungi anak/anggotanya dari kejaran kelompok miskin. Kalau ada yang ketangkap berarti ia akan jadi sandera dan masuk ke anggota kelompok miskin.
Rame … Seru … Kejar-kejaran ... saling teriak-teriakan kalau mau ketangkep…Heboh Dehhh …
Ini lagunya, masih terngiang di telinga saya walaupun ada yang agak lupa :
Kelompok Miskin :
Beta miskin, miskin, miskin…… mari ye te mari ya
Kelompok Kaya :
Beta kaya, kaya, kaya ….. mari ye te mari ya
Saya mau minta anak, dari situ lebih banyak…..mari ye te mari ya
Kelompok Miskin :
Anak siapa yang kau minta …… mari ye te mari ya
Kelompok Kaya :
Anak . . . (sebut namanya) yang kami minta….. mari ye te mari ya
Kelompok Miskin :
Kasih apa sama dia….. mari ye te mari ya
Kelompok Kaya :
Kasih . . .(sebut apa maunya, cth : makan) sama dia… mari ye te mari ya
Kelompok Miskin :
Ambil saja yang kau minta…...mari ye te mari ya
Begitu seterusnya sampai anggota kelompok miskin habis dan kejar-kejaran dimulai ...
Numpang Tidur Doank
Kami menyewa 3 buah villa yang saling berdekatan dan masing-masing memiliki 3 buah kamar. Setelah bagi-bagi kamar tidur dan ngobrol ngalor ngidul, selepas sholat maghrib kami berkumpul di villa tempat Eyang Putri berada untuk makan malam. (kami membawa makanan dari rumah)
Sambil makan, kami melanjutkan obrolan sambil berkaraoke ria (pamanku niat banget bawa satu set karaoke dari rumahnya).
Agak malamnya barulah kami, cucu-cucu, yang minta izin pergi jalan-jalan untuk menikmati jagung bakar di Puncak. Sepanjang jalan menuju Puncak Pass banyak ditemui warung-warung yang selain menjajakan jagung bakar dan minuman hangat, juga memajang perempuan-perempuan muda nan cantik. Tau kan maksudnya ????
Akhirnya kami berhenti di salah satu warung yang berada di kawasan Puncak Pass yang sekiranya tidak ada wanita nakal di situ. Lucunya, kami perempuan berlima sementara lelakinya cuma satu (suaminya sepupu saya).
Payah …. yang lain nggak mau ikut. Padahal tadinya kita-kita malamnya mau ke coffe house-nya penginapan, nonton orang-orang nyanyi and main billiard. Tapi ternyata eh ternyata semua pada capek…Memilih tidur nemenin anak-anaknya (padahal kan ada baby sitter gitu lho), nggak mau ikut nemenin makan jagung bakar.
Jadilah kami bercanda-canda, mengira-ngira apa yang ada di benak orang lain melihat kami, lima perempuan bersama seorang lelaki dalam sebuah mobil. Mungkin begini pendapat orang-orang :
“Wah, ini lagi ngedrop perempuan-perempuan baru”
atau
“ Hebat banget tuh orang bisa dapet perempuan sebanyak itu, raja minyak dari mana tuh ??”
Hahahaha…… Setelah menikmati segelas bandrek susu plus jagung bakar tentunya serta diiringi musik dari lagu-lagu band masa kini, yang dilantunkan pengamen yang khusus memainkan request lagu dari kami , kami pun pulang kembali ke penginapan. Langsung tidur….Brrrrr……….Dingin banget udaranya.
Bye the way bus way…
Seperti yang telah diduga sebelumnya, liburan kali ini kami hanya numpang tidur saja sekalian berenang sihh. Yah, sekalian saling mengakrabkan diri antar saudara juga. Saya mengharapkan bisa jalan-jalan ke kebun teh pada pagi hari, menikmati udara yang sejuk atau ikut kegiatan outbond dll. Namun ternyata kami hanya jalan-jalan di seputaran penginapan saja. Siang harinya, saat pulang kami mampir di Museum Dinosaurus dan taman bermain atau arena outbond mini yang ada di sebelahnya. Tidak begitu menarik bagi orang dewasa, namun menarik bagi anak kecil alias cicit-cicitnya Eyang. Senang juga melihat mereka tertawa senang atau bahkan menangis ketakutan ketika akan bermain flying fox.
Ughh…anak sekarang enak banget, banyak arena bermain yang menarik. Zaman saya kecil dulu, paling main manjat pohon mangga… trus ngerujak deh, atau bermain permainan tradisional seperti : benteng, kelar, karet, congklak, atau main kemah-kemahan di seputaran komplek. Tapi pengalaman saya dulu lebih asyik ah..Lebih memorable gitu (bener nggak nih tulisannya??)
Selanjutnya kami makan bersama di sebuah restoran, yang membayar adalah sepupu saya yang berulang tahun sekaligus syukuran karena diterima kerja sesuai impiannya dan telah menjadi pegawai tetap di Astra Internasional.. Enaknya…….
Kami pun berpisah menuju rumah masing-masing. Saya sekeluarga mampir dulu di Bogor beli roti unyil sekalian mencari gandaria, buah yang sering digunakan sebagai pelengkap untuk membuat sambal. Lebih enak makan kalau pakai sambal gandaria… Ternyata roti unyil Venus, yang sudah pindah (sekarang nggak dekat asinan bogor lagi), tetap saja ramai pembeli. Kami bahkan susah untuk memesan roti, harus teriak-teriak berebutan dengan orang lain.
Ehmmm liburan kali ini termasuk liburan yang biasa-biasa saja bagi saya. Pengennya sih jalan-jalan ke Bandung, liat-liat Factory Outlet atau distro. Ngemil makanan enak yang ada di seputaran Bandung. Tapi ya, selain karena nggak punya uang lebih, juga karena sudah membayangkan Bandung pasti macet, dan memang benar, di TV saja sudah ditampilkan bagaimana kota Bandung dipenuhi mobil-mobil berplat B.
Jadi inget jaman kuliah dulu saat ayah saya belum pensiun, lumayan sering lho keluarga kami pergi ke Bandung. Apalagi setiap habis lebaran, habis terima THR plus bonus-bonusnya, pasti ke Bandung. Sekalian nyekar Nini dan mengunjungi saudara yang ada di sana.
Baju-baju di Bandung memang TOP banget, saya seneng karena akhirnya nemu baju yang ukurannya agak2 Big Size (agak atau memang gede kaliiii). Udah gitu bajunya nggak pasaran, nggak pernah tuh nemu orang dengan baju yang sama.
Lain kali, kalau sudah kerja khususnya, bawa uang sekarung … baru deh ke Bandung….Belanja sampe puas…
Libur Telah Tiba…
Sebagai seorang pengangguran tentunya saya tidak terpengaruh dengan tanggal merah seperti itu, karena toh di hari-hari biasa saja saya memang libur, kecuali hari-hari dimana ada panggilan kerja. Bukan hal istimewa, namun tentu saja saya senang karena memang sejak awal tahun ini sudah direncanakan bahwa keluarga besar kami akan berkumpul untuk menghabiskan waktu bersama ketika ada libur panjang. Kalau sudah begitu siapa yang menolak untuk pergi berlibur…
Akhirnya kami sepakat berlibur di Puncak. Sebagai anak tertua, ayah saya hanya tinggal terima beres dan tidak ikut campur mengenai reservasi penginapan dan lain sebagainya. Ayah hanya ikutan menyumbang biaya sesuai bagian masing-masing.
Pada hari H ( Sabtu, 22 Maret 2008) kami berangkat masing-masing. Keluarga kami berangkat dari Bekasi pukul 10.00 WIB karena sebelumnya kami mengira akan beriringan dengan Eyang Putri yang berada di Tambun, di rumah tante saya. Padahal kami sudah siap sejak pagi karena sebelumnya diberitahu akan berangkat bersama pukul 09.00 WIB. Namun satu dan lain hal, mungkin juga karena Eyang Putri yang memang suka lama segala sesuatunya (maklum sudah tua dan pikun), kami akhirnya berangkat sendiri-sendiri.
Beberapa keluarga lainnya ada yang sudah berangkat ke Puncak dari Kamis, namun di lokasi berbeda. Kami sepakat berkumpul hari Sabtu, di Surya Indah di daerah Cipanas. Untunglah ada handphone, jadi komunikasi dapat terjalin sehingga kami dapat menemukan penginapan Surya Indah tersebut. Untung juga jalanan menuju Puncak lancar, mungkin karena sudah hari ketiga libur jadinya tidak terlalu ramai. Kami tiba pukul 14.00 WIB, itu karena kami mampir dulu makan siang di jalan sambil menikmati panorama Puncak.
Selasa, 25 Maret 2008
Dosenku Ganteng.... Mirip Ari Wibowo
Pak Kurnya Roesad, itulah namanya.
Beliau pernah dua kali mengajar saya saat kuliah dulu yaitu :
Teori Ekonomi Makro I
Teori Ekonomi Makro II
Pak Kurnya sangat bersemangat dalam memberikan pelajaran, cuma karena beliau mengajar menggunakan bahasa campuran Indonesia-Inggris, jadinya saya sering menebak-nebak sendiri inti persoalan ataupun maksud yang dibicarakannya. Lumayanlah buat melatih kemampuan belajar bahasa Inggris juga.
Beliau juga sangat baik pada para mahasiswanya karena beliau selalu memberikan kisi-kisi soal dan jawaban untuk ujian MidTest ataupun Ujian Akhir (Final Test). Soal dan jawaban kisi-kisi itu diberikan dalam bahasa Inggris. Memang saat ujian berlangsung soal yang keluar persis sama dengan kisi-kisi yang telah diberikan namun hanya nomernya yang diacak.
Dalam memberikan penilaian Pak Kurnya juga melihatnya berdasarkan tingkat kehadiran para mahasiswanya di kelas. Oleh karena Pak Kurnya ini adalah orang kantoran, beliau saat jam kerja sibuk bekerja di suatu lembaga (CSIS), makanya waktu mengajar Pak Kurnya pun di sesuaikan. Beliau hanya mengajar di luar jam kantornya, jadi selama dua kali diajarkan oleh beliau saya selalu kuliah pukul 18.00 WIB. Tidak heran jika saat mengajar, yang hadir hanya segelintir orang. Banyak mahasiswa, umumnya mahasiswa angkatan atas, yang hanya menitip absen pada mahasiswa lain yang hadir.
Yahh….Pak Kurnya memang tidak pernah memanggil satu persatu para mahasiswanya, daftar hadir langsung ditandatangani begitu ia masuk dan langsung ia edarkan ke mahasiswa, namun beliau tentu tidak bodoh.. Tentulah Pak Kurnya juga menghafal dan dapat membedakan mahasiswa yang sering masuk kelasnya atau yang hanya menitip absen. Kelas hanya akan penuh sesak jika menjelang MidTest ataupun Final karena para mahasiswa mengharapkan kisi-kisi soalnya.
Pak Kurnya juga nggak pernah marah kalau saat mengajar banyak mahasiswa yang tidak memperhatikan dirinya. Mahasiswa yang mengobrol sendiri ataupun yang membaca komik, asalkan tidak mengganggu mahasiswa lain yang ingin belajar. Banyak juga yang sering keluar dari kelas dengan alasan pergi ke kamar kecil namun mereka baru akan kembali setelah lebih dari 30 menit mengobrol di luar.
Thanks God…
Pak Kurnya memang adil dalam memberikan penilaian…
Bagi para mahasiswa yang menjawab hanya menghafalkan dari kunci jawaban yang telah diberikan dan daftar hadirnya memenuhi syarat minimal 75% tingkat kehadiran di kelas (maksimal 3 kali boleh tidak masuk kelas), biasanya mendapatkan nilai standar B.
Beberapa teman dan sahabat saya yang tingkat kehadirannya sama dengan saya sering merasa heran kepada saya karena saya selalu mendapat nilai A. Padahal mereka sama seperti saya, duduk di deretan depan saat di kelas, menyimak apa yang diterangkan oleh Pak Kurnya dan kami selalu kompak saat tidak masuk kelas. Tapi mengapa nilai saya yang lebih baik ???
Jangan berpikir yang macam-macam dulu....
Rahasianya adalah :
Dalam mengajar, Pak Kurnya juga memberikan catatan yang dapat di fotocopy, umumnya berbahasa Inggris. Namun saat mengajar itulah akan lebih dijelaskan pokok-pokok materi pengajarannya dengan menggunakan bahasa Indonesia campur Inggris. Selain itu biasanya juga ada beberapa tambahan yang tidak tercantum di catatan fotocopy yang diberikan.
Karena itulah walaupun kisi-kisi soal dan jawaban telah diberikan, namun saya selalu mengembangkan jawaban dari kisi-kisi tersebut sesuai dengan apa yang telah diterangkan oleh beliau. Saya juga menjawab soal dengan menggunakan bahasa Indonesia. Jadi beliau rupanya dapat membedakan mana yang memperhatikan saat beliau mengajar atau hanya mencontek dari kunci jawaban. Itulah mengapa saya selalu mendapat nilai A untuk mata kuliah yang diajarkannya.
Ehmm yang menarik dari Pak Kurnya tentunya adalah sosoknya yang “indo”. Beliau mungkin satu-satunya pengajar paling ganteng yang pernah mengajarkan saya. Tubuhnya yang tinggi, kulitnya yang putih dan wajah “indo”nya selalu membuat kami, para mahasiswi, terpesona.
Ya..…Pak Kurnya ini berdarah campuran Indonesia-Barat. (kayaknya sih Padang-AS, tapi nggak tahu juga, lupa sihhh). Namanya saja yang nggak kebarat-baratan, namun soal penampilan nggak beda jauh dengan Ari Wibowo.
Satu lagi yang suka bikin ketawa…
Saat menerangkan materi, beliau berusaha menggunakan bahasa Indonesia namun karena tidak terbiasa terkadang ada jeda waktu untuk mengingat kosakata bahasa Indonesia. Tak jarang ia menyerah dan menggunakan kosakata Inggris, kami para mahasiswanya yang akan menebak dan mentranslatenya baru kemudian beliau mengangguk atau menggeleng kalau yang kami katakan bukan yang dimaksud olehnya. Logat bicaranya lucu, nggak terlalu aneh sih, namun beda banget sama Cinta Laura Kiehl
Di balik sosok yang indo itu, Pak Kurnya adalah orang yang baik.
(Beliau juga sangat toleran pada kami yang akan sholat maghrib atau berbuka puasa dulu sebelum masuk kelas, karena itu biasanya kami masuk pukul 18.15 WIB setelah maghrib. Selain itu kami juga tahu kalau beliau juga berpuasa, karena kami biasanya sama-sama menunggu beduk maghrib tiba)
Nggak heran deh, kalau yang lebih sering masuk pada saat beliau mengajar adalah para mahasiswi yang ingin melihat ketampanan beliau. Pokoknya semangat deh menunggu hingga pukul 18.00 WIB demi melihat Pak Kurnya.
Sayangnya beliau sudah menikah jadi nggak ada harapan buat para mahasiswi untuk menggodanya…Hehehehehee…
Saat Aku Lanjut Usia
SAAT AKU LANJUT USIA
Saat aku lanjut usia, saat ragaku terasa tua
Tetaplah kau selalu disini menemani aku bernyanyi
Saat rambutku mulai rontok, yakinlah ku tetap setia
Memijit pundakmu, hingga kau tertidur pulas
Reff :
Genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
Peluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
Kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
Saat kaki tlah lemah, kita saling menopang
Hingga nanti di suatu pagi
Salah satu dari kita mati
Sampai jumpa… di kehidupan yang lain
Saat perutku mulai buncit
Yakinlah ku tetap terseksi
Tetaplah kau selalu menanti
Mengingatku di malam hari
Back to Reff
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa II
Bu Theresia Pudjiastuti :
Ketua Jurusan (Kajur) Ekonomi Pembangunan, sekaligus dosen Pengantar Ekonomi Mikro, Ekonomi Moneter I dan II. Beliau ini yang selalu dijadikan tempat konsultasi anak-anak organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan kami.
Bu Siti Saadah :
Mantan Kajur (sebelum bu Pudji) dan merupakan Pembimbing Akademik (PA) mahasiswa angkatan 2000. Selain itu beliau menjadi dosen saya dalam mata kuliah : Pengantar Ekonomi Makro dan Teori Ekonomi Mikro I. Bu Siti termasuk dosen yang sangat baik dan mengerti dengan keadaan mahasiswanya.
Pak YB Suhartoko :
Dosen Matematika Ekonomi I dan II ini juga merupakan Pembimbing Skripsi saya. Walaupun tidak begitu dekat dengan Pak Suhartoko namun beliau cukup baik di mata para mahasiswanya.
Pak Sudjana :
Dosen Statistika I dan II ini adalah seorang professor dari ITB. Beliau memang sudah berusia lanjut namun semangatnya mengajar masih tinggi. Walaupun secara materi beliau tidak mengalami kekurangan (apalagi anak-anaknya sudah sukses semua), namun beliau masih saja memanfaatkan kendaraan umum untuk pergi dan pulang dari kampus. Sifatnya yang bersahaja dan logatnya yang “Sunda banget” membuat kami para mahasiswanya kagum pada beliau.
Pak Petrus Pius :
Dosen Evaluasi Proyek namun lebih dikenal sebagai Pembantu Rektor III (PUREK III). Beliau inilah yang membawahi dan menangani segala bentuk kegiatan mahasiswa, misalnya saja Senat, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Tanpa izin dari Pepi (panggilan untuk beliau dari para mahasiswa) maka mahasiswa yang akan mengadakan suatu kegiatan tidak dapat berbuat apa-apa.
Pak Argamaya :
Dosen Ekonomi Keuangan I dan II ini sebenarnya mungkin tidak membutuhkan materi dari hasil mengajarnya, namun beliau hanya ingin membagi pengetahuan dan pengalamannya saja dalam hal ekonomi keuangan. Beliau ini merupakan salah satu “pemain” dalam bursa saham Indonesia. Keuntungan yang dihasilkan dari berinvestasi itu seringkali membuatnya royal terhadap mahasiswanya. Tidak jarang beberapa mahasiswa diajaknya untuk makan bersama. Pak Argamaya inilah yang sedikit banyak membantu dalam hal penyelesaian skripsi saya yang terkait dengan mata kuliah yang diajarkannya.
Bu Engelbertha :
Dosen Ekonomi Ketenagakerjaan ini selain terkenal sedikit galak dalam mengajar namun juga modis dalam hal berpakaian. Di luar jam pelajaran, Bu Engel ternyata orangnya sangat baik dan suka bercanda juga.
Pak Adji :
Dosen Teori Ekonomi Mikro II ini selayaknya orang jawa yang selalu bersikap sopan santun, dalam menghadapi mahasiswanya Pak Adji terlalu baik, sampai-sampai mahasiswa yang nggak tahu diri sering memanfaatkan kebaikannya.